Sambas Perjuangkan Jalan Bukit Segoler–Serindang Dibantu Pusat? Akses Vital 3.000 Warga!
SAMBAS, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Sambas kembali memperjuangkan pembangunan ruas jalan penghubung Bukit Segoler dan Desa Serindang agar mendapat dukungan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
Jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga konektivitas masyarakat di wilayah pedalaman.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, mengatakan saat ini sebagian ruas jalan sepanjang 2,4 kilometer telah dibangun oleh pemerintah daerah. Namun masih terdapat sekitar tiga kilometer ruas jalan yang membutuhkan penanganan dan diusulkan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
“Dari total panjang jalan yang diusulkan, sekitar 2,4 kilometer sudah dibangun. Masih ada kurang lebih tiga kilometer lagi yang menjadi usulan kami untuk mendapatkan dukungan melalui program Inpres Jalan Daerah,” ujarnya.
Menurut Fery, pembangunan jalan tersebut sangat penting karena melayani kawasan dengan jumlah penduduk yang cukup padat. Tercatat sekitar 3.000 jiwa bermukim di wilayah tersebut dengan mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor perkebunan dan pertanian.
Ia menjelaskan, Desa Serindang yang mayoritas penduduknya suku Melayu dan Bukit Segoler yang dihuni masyarakat Melayu serta Dayak memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun hingga kini konektivitas antarwilayah masih menjadi kendala.
“Kalau jalan ini terhubung dengan baik, maka potensi ekonomi yang ada di Desa Serindang akan lebih mudah terhubung dengan Bukit Segoler dan desa-desa sekitarnya. Ini tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur jalan, Fery juga menyoroti masih terbatasnya akses telekomunikasi di sejumlah wilayah. Hingga saat ini masih terdapat daerah yang masuk kategori blank spot dan belum terjangkau jaringan internet secara optimal.
Menurutnya, keterbatasan akses informasi menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan.
“Internet masih menjadi kendala. Masih ada wilayah yang belum terjangkau jaringan dan mengalami blank spot. Padahal jumlah penduduknya cukup banyak. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap akses informasi dan pendidikan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur fisik dan digital harus berjalan beriringan agar masyarakat di daerah tidak tertinggal dari perkembangan yang terjadi di wilayah lain.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap usulan pembangunan jalan tersebut demi mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan pedesaan.
“Pak Bupati berharap persoalan infrastruktur ini bisa dituntaskan. Kami berharap pembangunan jalan Bukit Segoler–Serindang dapat dibantu sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment