Mentransformasi Kesehatan dan Sains Melalui Kecerdasan Buatan

28 April 2026 19:12 WIB
Global Director Life Sciences Strategy and Solutions, Google Cloud, Shweta Maniar, berbicara dengan ANTARA di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2025). (Antara/Kuntum Khaira Riswan)

Oleh: Kuntum Khaira Riswan
----------------------------------------------------

DUNIA kesehatan kini juga memasuki babak baru seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini berkembang dari sekadar alat analisis sederhana menjadi mesin penggerak inovasi medis.

Peran AI kini mulai mengubah cara penelitian dilakukan hingga proses penemuan obat di laboratorium. Kemunculan AI generatif membawa perubahan besar bagi industri kesehatan. Teknologi ini tidak lagi sekadar istilah populer, tetapi sudah menjadi kebutuhan bisnis.

AI generatif mampu menciptakan berbagai konten baru, mulai dari teks, gambar, musik, audio, hingga video. Teknologi ini ditopang model AI berukuran besar yang bisa menjalankan banyak tugas sekaligus.

Mulai dari merangkum data, menjawab pertanyaan, klasifikasi informasi, hingga membantu pekerjaan berbasis data lain. Dengan sedikit pelatihan, model tersebut juga dapat disesuaikan untuk kebutuhan yang lebih spesifik.

Menggunakan sistem machine learning, AI generatif kini membantu mengurangi beban administratif di sektor kesehatan global.

Teknologi ini mempermudah pencarian informasi dalam rekam medis yang tebal, membantu penyusunan dokumen medis, hingga mengidentifikasi kandidat untuk uji klinis.

Saat ini, banyak organisasi mulai bergerak menuju platform AI yang lebih terintegrasi. Kehadiran agen AI dan pencarian berbasis AI membuka peluang baru dalam transformasi layanan kesehatan.

Perubahan ini menandai pergeseran dari sekadar eksperimen teknologi menuju solusi bisnis yang benar-benar digunakan.

Global Director Life Sciences Strategy and Solutions Google Cloud, Shweta Maniar, dalam wawancara dengan ANTARA di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa sebelumnya banyak organisasi terjebak dalam fenomena “Checkbox AI”.

Pada tahap itu, perusahaan farmasi hanya mencoba AI secara terpisah-pisah sehingga hasilnya terbatas dan kurang maksimal.

Kini, industri mulai beralih ke teknologi yang disebut “Agent AI”. Berbeda dari model sebelumnya, agen AI dirancang mampu menjalankan berbagai tugas secara mandiri. Teknologi ini bekerja dengan meniru kemampuan kognitif manusia.

Di bidang sains kehidupan, agen AI mulai mengambil banyak peran penting. Mulai dari mengatur jadwal janji temu pasien hingga menganalisis citra medis.

Para peneliti juga terus mengeksplorasi pemanfaatannya untuk berbagai kebutuhan medis di masa depan.

AI agen memungkinkan orkestrasi kerja yang lebih otonom dan multimodal. Teknologi ini mampu mengolah data farmasi dan sains kehidupan dalam jumlah besar secara bersamaan.

Hasilnya, perusahaan bisa mendapatkan wawasan yang jauh lebih mendalam dibanding metode analisis terpisah.

Implementasi

Maniar mencontohkan bagaimana agen AI kini menjadi instrumen penting dalam memberdayakan pasien.

Dari sisi layanan kesehatan, teknologi ini membuat informasi medis menjadi lebih mudah dipahami. Pasien pun memiliki kendali lebih besar atas data kesehatan mereka sendiri.

Dengan kemampuan itu, pasien dapat memahami proses medis yang dijalani secara lebih menyeluruh.

Mulai dari aktivitas di rumah sakit hingga penanganan di klinik. AI juga membantu pasien mengajukan pertanyaan yang tepat terkait rekam medis, mengatur jadwal perawatan, hingga menyusun rencana pengobatan berkelanjutan.

Dalam praktik sains kehidupan, AI membantu perusahaan memperkuat riset dan pengembangan atau research and development (R&D).

Agen AI digunakan untuk memetakan kebutuhan obat secara lebih presisi sesuai perkembangan waktu, sekaligus mempelajari kondisi penyakit pada berbagai profil pasien secara rinci.

Pemanfaatan AI juga memungkinkan integrasi data yang lebih kompleks. Informasi teks dapat dipadukan dengan citra medis dan data genomik secara bersamaan.

Sinergi data multimodal ini menghasilkan gambaran kesehatan pasien yang lebih utuh dan mendalam.

Dari sana, tenaga medis dapat memahami profil kesehatan setiap individu secara lebih menyeluruh. Pendekatan ini menjadi fondasi lahirnya standar baru dalam layanan kesehatan personal.

Maniar juga mencontohkan kemitraan dengan Dexcom yang menghadirkan monitor glukosa kontinu di lengan pasien.

Alat tersebut memungkinkan pasien memantau kadar gula darah secara real time melalui aplikasi. Informasi kesehatan pun dapat dipantau secara berkelanjutan.

Arus data waktu nyata ini membantu pasien mengenali jenis makanan yang memicu lonjakan glukosa.

Pendekatan tersebut mendorong terciptanya sistem perawatan yang lebih prediktif dan proaktif. Dunia medis tidak lagi hanya bereaksi setelah penyakit muncul.

Soal regulasi, Google Cloud bekerja sama dengan regulator di berbagai negara. Maniar menekankan pentingnya penggunaan Sovereign Cloud untuk memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.

Sovereign Cloud merupakan layanan cloud computing yang dirancang agar data disimpan, dikelola, dan diakses sesuai hukum serta aturan di suatu negara atau wilayah tertentu. Sistem ini membatasi akses asing dan mencegah perpindahan data lintas negara secara tidak sah.

Menurut Maniar, standar seperti GDPR atau General Data Protection Regulation menjadi batas penting untuk menjaga kepercayaan dalam penggunaan teknologi dan kapabilitas Google Cloud.

Masa depan

Menatap masa depan, Maniar percaya AI memiliki potensi besar dalam mendukung layanan kesehatan setiap orang. Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi ini diperkirakan berkembang semakin cepat, bahkan dalam hitungan enam bulan sekali. AI akan menjadi bagian yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Perubahan paling terasa adalah AI akan berkembang menjadi alat yang semakin dipercaya. Teknologi ini akan menyatu dalam sistem kerja industri kesehatan global dan menjadi bagian penting dalam perjalanan perawatan pasien.

Eksplorasi agen AI juga terus dilakukan untuk mendukung pengobatan personal dan pemantauan jarak jauh.

Teknologi ini diharapkan mempercepat penemuan serta pengembangan obat-obatan baru. Manfaatnya akan langsung dirasakan pasien melalui layanan kesehatan yang lebih tepat dan efisien.

Kehadiran AI memicu perubahan besar dalam ekosistem kesehatan global. Layanan kesehatan yang sebelumnya bersifat reaktif kini bergerak menjadi lebih proaktif, prediktif, dan personal.

AI tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu teknis. Di dunia sains dan kesehatan, teknologi ini mulai membuka era baru yang membuat data kesehatan lebih hidup dan bermanfaat bagi pasien.

Kekuatan terbesar AI bukan hanya pada kemampuannya mengolah data genomik atau mempercepat uji klinis. Teknologi ini juga membantu memanusiakan kembali layanan kesehatan.

Selama ini, banyak pasien terjebak dalam birokrasi medis yang rumit dan kaku. Mereka kerap hanya dipandang sebagai angka dalam sistem.

Kehadiran agen AI mulai meruntuhkan sekat itu dengan memberikan akses informasi yang lebih transparan dan mudah dipahami.

Di sisi lain, percepatan riset melalui AI juga membawa harapan baru bagi penyakit yang selama ini sulit diatasi. Dengan kemampuan memprediksi efektivitas obat secara lebih presisi, dunia kesehatan bergerak menuju pengobatan yang tidak lagi bersifat coba-coba.

Masa depan sains dan kesehatan bukan hanya tentang mesin yang semakin pintar. Lebih dari itu, AI diproyeksikan menjadi mitra strategis untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia secara berkelanjutan. (ant)***


Penulis : Antara
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar