DPRD Sanggau Nilai Subsidi BBM Tak Tepat Sasaran, Solar dan Pertalite Masih Sulit Didapat
SANGGAU, insidepontianak.com -- Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Hengki menilai penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) masih jauh dari tepat sasaran. Ia menyoroti masih sulitnya masyarakat memperoleh solar maupun pertalite meski pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dalam jumlah besar.
Menurut Hengki, pemerintah menggelontorkan subsidi BBM hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun. Namun di lapangan, manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
"Pemerintah mensubsidi minyak, untuk BBM ini ratusan triliun. Tapi sangat-sangat tidak tepat sasaran," ujarnya.
Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Sanggau, di mana solar bersubsidi masih sering langka dan pertalite sulit didapat. Situasi tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola distribusi BBM subsidi.
"Apakah masyarakat benar-benar menikmati subsidi itu? Solar masih langka, pertalite juga susah didapat," katanya.
Hengki menduga kebocoran distribusi menjadi salah satu penyebab utama. Ia menilai BBM subsidi rentan disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun bisnis ilegal.
"Ini banyak yang bocor, banyak mafia-mafia baru. Minyak subsidi memang rawan diselundupkan, rawan dikorupsi, dan rawan disalahgunakan untuk kepentingan oknum," tegasnya.
Menurutnya, subsidi pada prinsipnya tidak menjadi masalah jika benar-benar dinikmati masyarakat kecil dan pelaku usaha yang berhak. Namun fakta di lapangan menunjukkan distribusinya belum adil dan efektif.
"Kalau subsidi ini benar-benar bisa dinikmati masyarakat, tidak menjadi persoalan. Tapi kenyataannya tidak juga dinikmati masyarakat," ucap Hendrikus.
Ia mendorong pemerintah pusat maupun pihak terkait untuk memperbaiki sistem pengawasan dan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. Pengawasan yang lebih ketat dinilai penting untuk menekan praktik penyelundupan dan penyalahgunaan subsidi di daerah. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment