Perkuat Kompetensi Guru, MGMP IPA Kayong Utara Gelar Pelatihan Teknologi Pembelajaran Kimia
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA menggelar pelatihan inovasi teknologi pembelajaran kimia untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong lahirnya produk berbasis sains yang memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan bertajuk “Inovasi Teknologi Pembelajaran Kimia Bagi Guru IPA Kayong Utara” tersebut digelar di SMPN 1 Sukadana, Senin (1/9/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Pelatihan mengusung tema “Pengembangan Produk dan Komersialisasi dalam Rangka Penguatan Ekonomi Lokal” dengan menghadirkan narasumber Saidi Bin Rasemi dari Sarawak, Malaysia.
Kegiatan diikuti guru IPA se-Kabupaten Kayong Utara yang tergabung dalam MGMP IPA. Selain guru, sebanyak 24 pelajar SMP juga dilibatkan untuk mengikuti praktik pembuatan sabun.
Dalam pelatihan tersebut, Saidi membagikan pengalaman serta praktik baik mengenai inovasi teknologi pembelajaran kimia yang telah diterapkan di Malaysia.
Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung mengikuti praktik pengolahan bahan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembuatan sabun itu mudah, cukup dengan tiga bahan saja,” ujar Saidi sembari memberikan materi dan memandu peserta dalam praktik pembuatan sabun.
Antusiasme terlihat dari para guru dan siswa yang mengikuti kegiatan. Bagi sebagian peserta, praktik tersebut menjadi pengalaman baru karena mereka mendapatkan kesempatan belajar langsung mengenai penerapan ilmu kimia dari narasumber yang berpengalaman.
Selain pembuatan sabun, para guru juga mendapatkan praktik pengembangan sejumlah produk berbahan dasar tumbuhan dan buah lokal.
Diantaranya pembuatan sabun alami, losion alternatif untuk perawatan luka berbahan paku ikan dan buah kedabu, serta pembuatan gel dan krim untuk membantu menghilangkan bekas luka.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA agar tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan potensi daerah.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mendorong siswa agar mampu melihat potensi lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran sekaligus peluang pengembangan produk.
“Guru harus menjadi agen perubahan. Dengan inovasi teknologi, pembelajaran kimia bisa lebih menarik, kontekstual, dan berdampak langsung pada pengembangan potensi daerah kita,” ujar Jumadi.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat mendorong guru mengadopsi teknologi pembelajaran yang lebih inovatif serta mengembangkan media ajar yang kreatif.
Lebih jauh, kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan peserta didik melalui produk-produk yang dihasilkan dari pembelajaran sains.
“Kedepan saya berharap ada produk yang keluar dari sekolah kita. Seperti ide siswa yang ingin membuat sabun serai sebagai penangkal nyamuk dan bagus untuk perawatan kulit,” harapnya.
Jumadi menilai ide tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran IPA dapat diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga menghasilkan karya yang berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan MGMP IPA ini, Dinas Pendidikan Kayong Utara berharap inovasi pembelajaran sains dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi sekolah, peserta didik, sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal. (*)
Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment