Imbas SPBU Ditutup, BBM di Sungai Laur Langka, Warga: Kami Dukung Penegakan Hukum, tapi Stok Minyak Subsidi Wajib Ada
KETAPANG, insidepontianak.com – Sudah hampir sebulan warga di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Kelangkaan ini terjadi setelah SPBU setempat ditutup sementara oleh pihak berwenang. Penutupan tersebut merupakan sanksi atas dugaan pelanggaran penyaluran BBM subsidi.
Sayangnya, penindakan ini memicu efek domino. Pasokan minyak ikut berkurang. Akibatnya, sektor pertanian, perikanan, transportasi, hingga pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling terdampak.
Tak ingin krisis berkepanjangan, warga Sungai Laur mendesak agar SPBU kembali beroperasi. Namun dengan manajemen baru, agar BBM subsidi disalurkan lebih tepat sasaran.
"Jika manajemen lama bermasalah, sebaiknya diganti saja. Yang penting pelayanan ke masyarakat bisa berjalan lebih baik," ujar Deni Santoso, warga setempat, Rabu (24/6/2026).
Menurut Deni, BBM subsidi adalah urat nadi masyarakat Sungai Laur. Sebab, mayoritas warga bekerja sebagai nelayan dan petani. Tanpa minyak, aktivitas ekonomi otomatis lumpuh.
"Kami mendukung penuh proses hukum yang berjalan. Tapi tolong, jangan korbankan masyarakat. Stok BBM subsidi wajib selalu ada," tegasnya.
Warga juga mendesak PT Pertamina Patra Niaga segera turun tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan SPBU harus cepat dilakukan demi memulihkan kepercayaan publik. Desakan serupa sebelumnya juga disuarakan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan setempat.
Merespons keluhan tersebut, Sales Area Manager (SAM) Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widi Tri Adhi, menyatakan pihaknya sangat terbuka dengan aspirasi warga.
"Aspirasi masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Kami juga butuh dukungan pemerintah daerah agar kebutuhan BBM di Sungai Laur terpenuhi sesuai ketentuan," jelas Widi.
Saat ini, lanjut Widi, Pertamina masih melakukan audit operasional dan administrasi terhadap SPBU tersebut. Langkah ini penting untuk memastikan SPBU kembali beroperasi sesuai standar aturan.
Sembari menunggu proses audit rampung, Pertamina tetap berupaya menjaga pasokan energi dengan menyalurkan BBM non-subsidi ke wilayah tersebut.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment