Menteri Kehutanan Pantau Karhutla Ketapang: Hotspot Turun Drastis dari 85 Jadi 13 Titik

9 September 2026 15:44 WIB
Raja Juli Antoni meninjau lansung Hotspot di sejumlah area di Ketapang/IST

KETAPANG, insidepontianak.com – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026).

Kehadiran Menteri Kehutanan di Tanah Kayong Ketapang itu untuk memastikan upaya pengendalian Karhutla berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan dan semangat kepada petugas yang selama lebih dari dua bulan berjibaku memadamkan api di sejumlah wilayah.

Dalam kunjungannya, Raja Juli berdialog dengan petugas di lapangan, melihat perkembangan penanganan Karhutla, serta mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pemadaman.

Ia menyebut jumlah titik panas di Ketapang mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya mencapai 85 titik, kini tercatat 13 titik panas.

“Ketapang masih yang paling tinggi, hari ini 13 titik api (hotspot), tetapi luar biasa penurunannya dibandingkan kemarin yang mencapai 85 titik,” kata Raja Juli.

Menurutnya, penanganan Karhutla di Ketapang tidak mudah, terutama karena sebagian kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut. Api yang berada di dalam lapisan gambut dapat kembali muncul dan merembet ke lokasi lain meskipun telah dilakukan pembasahan.

“Teman-teman lihat sendiri, tidak mudah melakukan pemadaman. Karena di lahan gambut, teman-teman mengalami kesulitan. Api bisa muncul kembali dan merembet ke lokasi lain. Ini membuktikan bahwa memadamkan api di lahan gambut bukan pekerjaan yang mudah,” ujarnya.

Raja Juli juga mengapresiasi kerja keras Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan dan masyarakat yang terlibat dalam pengendalian Karhutla.

Ia mengatakan pemerintah pusat terus melakukan berbagai upaya untuk membantu penanganan Karhutla, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menurutnya, OMC kembali diintensifkan pada 4-8 September 2026. Hasilnya, wilayah Ketapang mulai mendapat guyuran hujan meski intensitasnya masih berupa rintik-rintik.

“Alhamdulillah, hari ini meskipun belum hujan deras, kita melihat ada rintik-rintik hujan. Ini adalah hasil OMC, Operasi Modifikasi Cuaca, yang kita intensifkan kembali dari tanggal 4 sampai tanggal 8,” katanya.

Raja Juli mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca masih kering dan potensi kebakaran masih tinggi.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, baik petani biasa maupun korporasi, untuk tidak membakar lahan dan tidak memanfaatkan momentum El Nino ini untuk melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Jangan cederai masyarakat dengan cara membakar lahan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan Karhutla di daerahnya.

Ia mengatakan Pemkab Ketapang bersama TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat telah bekerja bersama selama lebih dari dua bulan untuk mengendalikan kebakaran.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih yang tulus atas kehadiran Bapak Menteri Kehutanan beserta jajaran yang telah hadir langsung di tengah kami,” kata Alexander.

Menurutnya, penanganan Karhutla di Ketapang menghadapi sejumlah kendala, mulai dari karakteristik lahan gambut yang dalam, keterbatasan sumber air hingga lokasi kebakaran yang tersebar di wilayah pedalaman dengan akses yang sulit dijangkau.

Karena itu, Pemkab Ketapang berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat, terutama melalui pengerahan water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca untuk membantu mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Kami memandang dukungan water bombing sangat penting, terutama di kawasan bertanah mineral yang sulit dijangkau. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca juga sangat membantu dalam mempercepat pemulihan situasi di tengah kondisi cuaca yang masih kering,” ujarnya.

Kunjungan Menteri Kehutanan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan Karhutla di Ketapang. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait pun terus melakukan pemantauan dan pemadaman untuk memastikan titik api yang tersisa dapat segera dikendalikan.

Penanganan Karhutla di Ketapang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, petugas pemadam, dunia usaha dan masyarakat, terutama untuk mencegah munculnya kembali titik api di tengah kondisi cuaca yang masih kering. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar