Sujiwo Blusukan ke Pasar Kuala Dua, Pedagang Mengadu: Lapak Sepi, Sampah Menumpuk, Jalan Tertutup Parkir

14 Februari 2026 10:53 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo berdialog dengan pedagang Pasar Bahagia Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, yang mengeluh lapak sepi pembeli, jalan tertutup parkir, sampah menumpuk tak diangkut. (Insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, blusukan ke Pasar Bahagia Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu pagi (14/2/2026). 

Ia datang untuk meninjau kondisi pasar. Sekaligus mendengar aspirasi. Mencatat yang harus ditata. Para pedagang pun tak menyia-nyiakan momen itu.

Mereka mengadu. Pembeli makin sepi. Jalan pasar tertutup parkir. Sampah menumpuk di belakang. Basiem, pedagang sayur, mengaku pendapatannya kian merosot.

Penyebabnha karena lapaknya berada di belakang. Pembeli enggan masuk. Lebih memilih singgah di lapak-lapak liar yang berjualan di pinggir jalan. 

“Kadang cuma laku satu kilo. Padahal bawa belasan kilo. Orang belanja di depan,” kaluhnya. 

Kepada Bupati, ia ingin penataan pasar dilakukan menyeluruh. Pedagang liar di pinggir jalan ditertibkan. Agar pembeli bisa masuk ke dalam. 

“Kalau bisa sama-sama jualan di belakang. Yang penting motor bisa masuk, biar ramai,” harapnya.

Keluhan senada disampaikan Sunardi. Ia menyebut pedagang di belakang seperti mati suri. Sebab, mereka hanya mengandalkan sisa-sisa pembeli dari lapak yang ada depan. 

“Modal keluar. Jualan nggak jalan," ujarnya. 

Menurutnya, salah satu penyebab orang enggan masuk ke lapak pedagang bagian dalam, karena jalan tertutup parkir. Sehingga kendaraan tak bisa ke dalam. 

"Kalau jalannya dibuka dan ditertibkan, kami setuju,” ucapnya.

Masalah lain tak kalah serius. Sampah kerap menumpuk di area belakang pasar. Bau menyengat. Pasar jadi kumuh. Mengganggu pembeli dan pedagang.

Penertiban Dimulai

Menanggapi keluhan itu, Sujiwo menginstruksikan Satpol PP menertibkan lapak yang memakai badan jalan dan area parkir. Ia memastikan, pengelolaan parkir akan diambil alih Dinas Perhubungan agar lebih tertib.

“Tidak boleh lagi parkir atau berjualan seenaknya di jalan. Parkir tetap jalan, tapi pengelolaannya kita ambil alih supaya tertata,” tegasnya.

Ia juga meminta disiapkan titik bak sampah di area pasar. Sampah harus diangkut setiap hari. Agar lingkungannya bersih.

Akses depan dan belakang pasar juga akan dibuka. Tujuannya agar arus pembeli merata. Sehingga pedagang di dalam ikut hidup.

“Kalau sepeda motor bisa masuk dari dua arah, pedagang di dalam ikut bergerak,” katanya.

Sujiwo meminta pedagang bersabar. Ia janji penataan pasar dilakukan secara bertahap demi kenyamanan seluruh pedagang. 

“Satu per satu kita proses. Kita realisasikan. Mulai hari ini,” pungkasnya.***


Penulis : Greforius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar