Komisi IV DPRD Kubu Raya Desak Evaluasi MBG Ramadan, Jangan Tunggu Viral!
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Komisi IV DPRD Kubu Raya mendesak evaluasi cepat program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Alasannya, protes terhadap menu yang disajikan telah terjadi di beberapa sekolah.
Di Kubu Raya sendiri, paket MBG bahkan sempat ditolak siswa. Paket makanan dikembalikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena dinilai tak layak dan gizinya kurang.
Sementara, dalam beberapa waktu terakhir, kasus keracunan dialami siswa juga terjadi berulang tanpa pertanggungjawaban yang tegas.
Karena itu, Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Amri, menegaskan setiap keluhan terhadap MBG harus segera ditindaklanjuti. Program ini wajib diawasi ketat.
“Kalau ada komplain, langsung respons. Evaluasi cepat. Perbaikan cepat. Jangan tunggu viral,” tegasnya, Jumat (27/2/2026).
Ia menilai, insiden penolakan MBG yang terjadi di salah satu sekolah di Rasau Jaya sebagai hal wajar. Sebab, menunya tak layak.
Isinya hanya setengah tongkol jagung rebus, satu piscok, satu bolu kukus, lima kurma, tiga butir kelengkeng, dan satu jeruk untuk jatah tiga hari.
“Mereka bukan menolak program, tapi kualitas yang tidak layak,” ujarnya.
Di luar itu, Amri menilai, secara konsep, MBG adalah program baik. Tujuannya, agar anak-anak menerima asupan bergizi.
Namun dalam pelaksanaannya, tak semua skema dijalankan sesuai standar. Akhirnya, terjadi berbagai keluhan. MBG terkesan asal dibagikan.
Oleh sabab itu, Komisi IV yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan rakyat, akan mendorong evaluasi terhadap SPPG yang tak memenuhi standar. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas harus dijatuhkan.
“Ini soal kesehatan anak-anak. Tidak bisa ditoleransi,” pungkasnya.
Ia berharap Ramadan menjadi momentum pembenahan menyeluruh. MBG harus benar-benar meningkatkan gizi siswa, bukan menambah persoalan baru.
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment