Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Landak

9 Mei 2026 09:27 WIB
Longsor memutus jalan di Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kaabu paten Landak. Di lokasi garis polisi dipasang sebagai penanda untuk mencegah kecelakaan. (Istimewa)

LANDAK, insidepontianak.com - Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Landak dalam beberapa hari terakhir, memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Longsor terparah dilaporkan terjadi di ruas jalan Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, menuju perbatasan Kabupaten Sanggau.

Kepala BPBD Landak, Suseno Caroko Hadi, mengatakan pihaknya menerima laporan kerusakan jalan bersamaan dengan meningkatnya intensitas hujan di sejumlah kecamatan.

“Hari ini juga kami mendapat laporan ada jalan yang rusak di daerah Desa Angan, Kecamatan Jelimpo menuju batas Kabupaten Sanggau akibat longsor, kemungkinan karena pengaruh hujan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Suseno mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, kondisi longsor di kawasan Angan Tembawang cukup mengkhawatirkan. Sebagian besar badan jalan dilaporkan mengalami longsor dan berpotensi mengganggu akses masyarakat.

“Kalau laporan yang kami terima di Angan Tembawang itu sepertinya sudah separuh jalan longsor. Bahkan kalau lihat dokumentasinya hampir dua per tiga badan jalan sudah longsor,” kata Suseno.

Menurut informasi yang dihimpun, longsor terjadi setelah banjir merendam kawasan tersebut pada Rabu malam (6/5/2026). Saat itu debit air meningkat drastis hingga merendam badan jalan dengan ketinggian sekitar 50 hingga 70 sentimeter.

Setelah banjir surut, warga mendapati badan jalan amblas dengan diameter sekitar lima meter dan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Selain di Kecamatan Jelimpo, longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Untang, Kecamatan Banyuke Hulu. Meski belum sampai memutus akses jalan, longsor disebut berada dekat dengan permukiman warga.

“Yang di Untang itu, dari dokumentasi yang kami lihat memang kelihatannya belum menutup jalan. Tapi ada rumah penduduk di sekitar lokasi,” ujar Suseno.

BPBD Landak bersama Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan koordinasi untuk penanganan awal di sejumlah titik longsor.

Mengingat sebagian ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, koordinasi lanjutan juga dilakukan untuk meminta dukungan penanganan.

“Kami sudah turun bersama PU kemarin. Kemudian melalui teman-teman di PU juga sudah disampaikan ke provinsi karena jalan itu kewenangan provinsi. Nanti kita lihat dukungan dan apa yang bisa dilakukan,” katanya.

Di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung, BPBD Landak meningkatkan pemantauan terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai.

Sementara itu, banjir juga masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Landak, termasuk di Kecamatan Ngabang. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter dan masih berpotensi meningkat akibat kiriman air dari wilayah hulu.***


Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar