Kualitas Udara Menurun, Dinkes Kubu Raya Catat 502 Kasus ISPA

10 Agustus 2026 16:27 WIB
Ilustrasi

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Kualitas udara di Kubu Raya mulai menurun seiring kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah beberapa wilayah.

Menurunnya kualitas udara di tengah karhutla kini menjadi perhatian serius. Sebab, dampaknya mulai tercermin pada kesehatan masyarakat. 

Dalam sepekan terakhir saja, Dinas Kesehatan Kubu Raya mencatat 502 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

“Kami mencatat 502 kasus ISPA selama sepekan terakhir," kata Kepala Dinkes Kubu Raya, Wan Iwansyah, Senin (10/8/2026).

Wan Iwansyah, mengatakan kasus ISPA ditemukan di sejumlah kecamatan yang terdampak kabut asap. Di antaranya, Sungai Raya, Rasau Jaya dan Sungai Kakap.

"Sebagian besar berada di wilayah Sungai Raya, serta menyerang kelompok rentan,” kata Wan.

Kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia) menjadi perhatian Dinkes Kubu Raya.

Paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang memburuk berpotensi meningkatkan gangguan pada saluran pernapasan.

Lantas bagaimana langkah Dinkes Kubu Raya dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus ISPA?

Wan memastikan, pihaknya akan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan di sembilan kecamatan. 

Sejumlah logistik kesehatan, kata dia, telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien.

“Kami terus memantau perkembangan kasus melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di sembilan kecamatan,” ujarnya.

Di samping itu, Wan meminta, agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap menebal. 

Warga yang mengalami gejala seperti batuk, demam atau sesak napas diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Kami meminta warga yang mengalami gejala segera berobat dan menghindari aktivitas di luar saat kabut asap tebal,” tambahnya.

Di sisi lain, Wan juga berpesan, agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, sebab dapat memperburuk kondisi udara.

"Kami harap masyarakat jangan dulu membakar lahan dikondisi sekarang," pesannya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar