PLN UIP KLB Modernisasi Sistem Budidaya Lele di Desa Durian Lewat Electrifying Aquaculture
KUBU RAYA, insidepontianak.com – PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) meluncurkan program Electrifying Aquaculture di Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026).
Inovasi ini digulirkan melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Electrifying Aquaculture merupakan sistem yang mengintegrasikan pemanfaatan energi listrik dengan budidaya perikanan modern sistem bioflok.
Program pemberdayaan tersebut dieksekusi melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 1 (UPP KLB 1) secara kolaboratif bersama Pemerintah Kecamatan Sungai Ambawang dan kelompok pembudidaya lele setempat.
Melalui program tersebut, PLN menyerahkan bantuan berupa 11 unit kolam bioflok. Rinciannya mencakup delapan kolam pembesaran, satu kolam indukan, satu kolam pemijahan, dan satu kolam pemasaran.
Penerapan Electrifying Aquaculture memanfaatkan daya listrik secara optimal untuk menggerakkan aerator penyuplai oksigen, memutar pompa sirkulasi air, hingga mendukung sistem penerangan malam hari agar produktivitas panen meningkat.
Sekretaris Kecamatan Sungai Ambawang, Marwansyah, mengapresiasi kontribusi nyata PLN dalam menggarap potensi ekonomi lokal di wilayahnya.
"Kami berharap Electrifying Aquaculture ini terus berkembang dan menjangkau desa-desa lain untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," ujar Marwansyah.
Manager PLN UPP KLB 1, Muhammad Iqbal, menekankan bahwa keberlanjutan pengelolaan oleh kelompok pembudidaya menjadi kunci utama.
"Fasilitas ini harus dikelola dengan baik agar manfaat ekonominya dirasakan panjang oleh masyarakat," jelas Iqbal.
Sementara itu, General Manager PLN UIP KLB, Susilo, menegaskan bahwa ketersediaan daya tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memberi nilai tambah pada sektor produktif warga.
"Lewat Electrifying Aquaculture, kami ingin mendorong pemanfaatan listrik yang memberi nilai tambah bagi kegiatan budidaya lokal," pungkas Susilo.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo/UIP/biz
Editor : -

Leave a comment