Jembatan Gantung di Dusun Tauk Kian Rusak Dimakan Usia-Diterjang Banjir, Renovasi Pemerintah Tak Kunjung Datang

16 Januari 2026 12:38 WIB
Jembatan gantung di Dusun Tauk, Desa Engkangin, Landak rusak parah akibat diterjang arus air sungai yang meluap. Warga gotong royong memperbaikinya. (Tangkapan layar video amatir warga)

LANDAK, insidepontianak.com – Jembatan gantung yang membentang di atas aliran sungai di Dusun Tauk Kian, Desa Engkangin, Kabupaten Landak, tak lagi kokoh. 

Papan lantai banyak yang lapuk dimakan waktu. Maklum, usia jembatan sudah hampir 30 tahun. Saat musim hujan, banjir kerap merendam akibat air sungai meluap. Beberapa lantai hanyut terseret arus.

Hingga kini, perbaikan dari pemerintah belum kunjung datang. Terpaksa, kerusakan jembatan diperbaiki secara mandiri. Warga gotong royong menambal lantai yang lapuk dan bolong. 

Jembatan itu adalah akses utama. Jalur warga ke kebun, lintasan untuk mengangku hasil panen, dan penyeberangan bagi anak-anak menuju sekolah saban hari. 

Kepala Dusun Tauk, Filoren, mengatakan kondisi jembatan kini semakin mengkhawatirkan. Namun, warga tetap melintas dengan segala risiko.

“Kerusakannya terus bertambah,” ujar Filoren, Kamis (14/1/2026).

Menurutnya, rencana pembangunan sempat muncul. BPBD Provinsi Kalimantan Barat bahkan telah melakukan survei pada awal 2025. Namun, hingga kini belum ada kepastian. Apakah jembatan akan dibangun ulang atau sekadar direnovasi. 

“Semntara ini jembaran diperbaiki mandiri oleh warga. Semoga aman dilalui,” tutur Filoren.

Jembatan gantung itu dibangun pada tahun 1995. Hampir tiga dekade. Belum pernah renovasi menyeluruh. Strukturnya sudah tak kuat. 

“Kami takut terjadi hal yang tidak diinginkan, terutama pada anak-anak,” katanya.

Bagi warga Dusun Tauk, jembatan ini bukan sekadar penghubung. Ia adalah nadi kehidupan. Selama perbaikan belum terwujud, mereka bertahan dengan kayu, paku, dan semangat gotong royong.***


Penulis : Wahyu
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar