Bupati Karolin: Pernikahan Dini Picu Masalah Gizi Anak
LANDAK, insidepontianak.com – Seorang balita berusia 1 tahun dirawat di Rumah Pusat Pemulihan Gizi, Ngabang, Kabupaten Landak, karena mengalami gizi buruk.
Berat badannya hanya 8 kilogram. Sulit naik. Sebab, sering sakit. Diare kerap menyerang berulang. Penyakit yang jamak dikaitkan dengan sanitasi dan keamanan pangan.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan, kasus gizi buruk bukan semata soal medis. Tapi akar persoalannya sangat kompleks.
Yang paling mendasar adalah, kurangnya edukasi dan kesiapan orang tua dalam mengasuh anak. Kebersihan tidak terjaga.
“Kita lihat ibu balita yang dirawat ini belum terbiasa dengan standar kebersihan. Anak beberapa kali diare karena kontaminasi makanan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Ketidaksiapan itu tampak jelas. Pola kebersihan belum terbentuk. Asupan nutrisi terpapar bakteri. Pertumbuhan anak pun tersendat.
Situasi makin rumit karena faktor sosial. Ibu balita tersebut menikah di usia 16 tahun. Kini usianya baru 18 tahun.
Sementara aa harus mengasuh anak seorang diri. Tanpa pekerjaan tetap. Tanpa penyangga ekonomi.
Maka, pernikahan dini, kata Karolin, kerap melahirkan ketidaksiapan mental dan finansial bagi perempuan yang menikah muda.
Dampaknya nyata. Hak dasar kesehatan anak terabaikan. Masalah gizi pun berulang, membentuk lingkaran yang sulit diputus.
Karolin menegaskan Pemerintah Kabupaten Landak mencoba memotong mata rantai fenomena seperti ini. Pendekatannya tak hanya medis. Melalui Dinas Sosial, pendampingan diarahkan pada pemberdayaan ibu.
Selama masa pemulihan, ibu muda tersebut dibekali pelatihan keterampilan tata boga agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Saya sudah diskusikan dengan Dinas Sosial. Selama perawatan, ibu balita ini akan diberi pelatihan keterampilan supaya bisa mandiri secara finansial,” jelas Karolin.
Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan keluarga sehingga gizi anak membaik, pola asuh berubah, dan masalah yang sama tak kembali terulang.***
Penulis : Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment