Pemkab Landak Perketat Pengawasan Dana Desa untuk Percepatan Penanganan Stunting

29 Januari 2026 13:00 WIB
Kepala Bappeda Kabupaten Landak, Yulianus Edo Natalaga/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Pemerintah Kabupaten Landak mengambil langkah lebih tegas dalam memerangi stunting dengan memperketat pengawasan program penanganan di tingkat desa.

Melalui evaluasi dan monitoring yang lebih intensif, Pemkab Landak ingin memastikan setiap rupiah dana desa yang dialokasikan benar-benar memberi dampak nyata dalam menekan angka stunting.

Langkah ini sekaligus menutup celah inefisiensi serta memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan perangkat desa.

Kepala Bappeda Kabupaten Landak, Yulianus Edo Natalaga, menegaskan bahwa pada tahun ini pengawalan program stunting akan dilakukan lebih ketat, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan yang dimonitor setiap bulan.

“Kita lebih ketat ya monitoring dan evaluasi dari program desa yang menggunakan dana desa dalam pengentasan stunting. Dari perencanaan, kemudian monitoring pelaksanaan tiap bulannya, itu akan lebih kita tegaskan lagi,” ujar Edo, Kamis (29/01/2026).

Ia menjelaskan, fokus penanganan kini diarahkan pada tindakan proaktif. Petugas Posyandu diminta melakukan jemput bola untuk mendeteksi secara dini potensi stunting di tingkat keluarga.

“Penanganan tidak hanya menyasar anak yang sudah terdeteksi stunting, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil yang berisiko, seperti yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK),” jelasnya.

Menurut Edo, intervensi sejak masa kehamilan menjadi kunci utama karena kondisi kesehatan ibu sangat menentukan status gizi anak di masa depan.

Karena itu, ia juga menginstruksikan para kepala desa agar lebih peka terhadap kondisi kesehatan warganya.

Strategi ini menempatkan desa sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap keluarga memperoleh pendampingan gizi yang memadai.

Dengan menjadikan stunting sebagai prioritas daerah, Pemkab Landak berharap sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa mampu menekan prevalensi stunting secara signifikan.

Pengawasan yang lebih ketat di tingkat desa diharapkan mendorong deteksi dini yang lebih akurat serta penanganan yang lebih tepat sasaran.

Melalui pendekatan yang lebih personal dan langsung ke masyarakat, target Kabupaten Landak untuk bebas stunting diharapkan dapat tercapai lebih cepat. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar