MBG Jadi Prioritas Nasional, Bupati Landak Tekankan Pemerataan hingga Daerah Terpencil

4 Februari 2026 15:28 WIB
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengecek kondisi menu MBG di sekolah/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan memperkuat sumber daya manusia Indonesia.

Sejak diluncurkan pada 2025, program ini telah menjangkau sekitar 55–60 juta penerima manfaat dan ditargetkan meningkat hingga sekitar 80 juta orang pada periode 2026–2027.

Di Kabupaten Landak, pelaksanaan MBG dilakukan secara bertahap. Saat ini, sekitar 20 dapur MBG melayani lebih dari 48 ribu penerima manfaat, termasuk siswa dari berbagai jenjang pendidikan serta kelompok prioritas lainnya. Program ini masih terus dikembangkan sesuai dengan kemampuan daerah.

Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, MBG merupakan program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan dasar anak-anak.

“Program ini sangat baik dan kami mendukung penuh. Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan,” kata Karolin.

Namun, Karolin mengakui bahwa luasnya wilayah dan kondisi geografis Landak yang tersebar menjadi tantangan dalam pemerataan pelaksanaan program. 

Pemerintah daerah terus menyesuaikan strategi pelaksanaan di lapangan agar anak-anak di pedalaman dan desa terpencil juga bisa merasakan manfaat MBG.

“Kami berupaya memperluas cakupan program secara bertahap dan terukur, dengan tetap memperhatikan pemerataan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perluasan MBG harus dibarengi dengan kualitas layanan yang baik.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kecepatan pelaksanaan, tetapi juga dari dampak jangka panjang bagi anak-anak.

“Ini bukan soal cepat atau lambat, tetapi soal keberlanjutan dan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Karolin menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan MBG. Pemerintah daerah akan terus mengikuti arahan pemerintah pusat sambil menyesuaikan dengan kapasitas daerah.

“Yang terpenting, anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak dan program ini berjalan konsisten,” pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar