Tekan Inflasi Jelang Lebaran, Pemkab Landak Gelar Pasar Murah dan Salurkan LPG 3 Kg
LANDAK, Insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Landak menggelar operasi pasar murah dan penyaluran LPG bersubsidi 3 kilogram di Masjid Agung Babul Ulum Ngabang, sebagai langkah menekan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengatakan kenaikan kebutuhan masyarakat pada momen hari besar keagamaan kerap berdampak pada lonjakan harga di pasaran. Oleh karena itu, pemerintah daerah melakukan intervensi melalui pasar murah.
“Menjelang Idul Fitri, permintaan masyarakat meningkat. Secara hukum ekonomi, kondisi ini bisa memicu kenaikan harga. Maka dari itu, pasar murah ini menjadi salah satu langkah untuk menekan inflasi dan menjaga harga tetap terjangkau,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Landak menyediakan sekitar 700 paket sembako bagi masyarakat.
Selain itu, berbagai komoditas lain juga dijual dengan harga terjangkau, seperti telur ayam, bawang merah, bawang putih, mentega, tepung terigu, hingga susu kental manis.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyalurkan LPG 3 kilogram bekerja sama dengan Pertamina guna memastikan ketersediaan energi rumah tangga, yang juga menjadi salah satu komponen penting dalam pengendalian inflasi.
Karolin mengakui, langkah intervensi yang dilakukan saat ini dihadapkan pada keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran dan pengurangan transfer dari pemerintah pusat. Meski demikian, pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Dengan segala keterbatasan, kami tetap berupaya maksimal menjaga stabilitas harga di daerah. Kami juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan,” katanya.
Warga tampak mengantre untuk mendapatkan LPG 3 kilogram dengan menunjukkan KTP sebagai syarat pembelian agar penyaluran tepat sasaran.
Sementara itu, untuk menjaga pemerataan distribusi, pembelian sejumlah komoditas dibatasi, seperti telur ayam yang hanya diperbolehkan maksimal satu pak berisi 10 butir per orang.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Landak berharap dapat menahan laju inflasi daerah sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment