Kebocoran Air Perumdam Tirta Landak Capai 38 Persen, Jaringan Tua Jadi Biang Masalah
LANDAK, insidepontianak.com – Tingkat kebocoran air Perumdam Tirta Landak mencapai 38,30 persen. Tergolong tinggi. Jauh di atas batas ideal nasional yang dipatok 25 persen.
Dampaknya, layanan air bersih belum optimal. Penyusutan ini dikenal sebagai Non-Revenue Water (NRW). Artinya, air yang diproduksi tidak seluruhnya sampai ke pelanggan.
Apa penyebabnya?
Direktur Perumdam Tirta Landak, Herkulanus, menyebut pemicu utamanya adalah jaringan pipa yang sudah tua alami kerusakan.
“Kebocoran terjadi pada jaringan distribusi yang sudah lama menjadi penyebab utama kehilangan air secara fisik,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Masalah tak berhenti di situ. Kondisi keuangan perusahaan juga tertekan akibat tingginya tunggakan pelanggan.
“Banyaknya piutang membuat kas yang seharusnya masuk menjadi tertunda,” katanya.
Akibatnya, perbaikan jaringan dilakukan bertahap. Menyesuaikan kemampuan keuangan perusahaan.
Di tengah keterbatasan itu, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Terutama untuk menjaga ketersediaan air bersih saat musim kemarau.
Di sisi lain, manajemen terus berupaya melakukan pembenahan. Mulai dari pengendalian biaya, penguatan penagihan, hingga peningkatan kualitas jaringan dan pompa.
Saat ini, Perumdam Tirta Landak melayani 9.186 pelanggan di enam kecamatan. Mayoritas berada di Kecamatan Ngabang dengan 7.344 sambungan rumah.***
Penulis : Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment