Puluhan Tahun Gelap, Warga Dusun Saga-Gedah Desa Manggang Landak Akhirnya Nikmati Listrik PLN
LANDAK, insidepontianak.com – Warga Dusun Saga dan Dusun Gedah, Desa Manggang, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, akhirnya menikmati listrik PLN setelah puluhan tahun tanpa penerangan.
Listrik mulai menyala sejak Senin, 6 Februari 2026. Perubahan langsung terasa. Rumah terang saat malam. Warga bahagia. Anak-nak bisa belajar dengan nyaman.
Anggota DPR RI Dapil Kalbar I dari Partai Golkar, Fransiscus Maria Agustinus Franky Sibarani, pun turun langsung meninjau jaringan listrik desa tersebut setelah resmi dinyalakan.
Kunjungannya dilakukan pada Selasa, (7/4/2026). Ia datang didampingi General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria G. I. Gunawan, bersama jajaran. Rombongan juga berdialog di Gereja St Markus, Dusun Saga.
Dalam kesempatan itu, PLN turut menyalakan sambungan listrik gratis di Gereja St. Markus dan Gereja Bukit Zaitun melalui program Light Up The Dream (LUTD).
Program ini berasal dari donasi gotong royong pegawai PLN untuk membantu fasilitas sosial mendapatkan akses listrik. Franky Sibarani menegaskan, kunjungannya untuk memastikan program listrik desa benar-benar dirasakan masyarakat.
“Hasil kunjungan ini akan kami sampaikan ke pemerintah pusat sebagai komitmen pemerataan akses listrik,” katanya.
Ia juga mengajak warga memanfaatkan listrik secara produktif. "Listrik bisa mendorong usaha, meningkatkan ekonomi keluarga, dan membantu anak-anak belajar lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, GM PLN UID Kalbar, Maria G. I. Gunawan, menegaskan komitmen PLN menghadirkan listrik hingga ke pelosok. Menurutnya, pembangunan di wilayah ini tidak mudah. Akses terbatas. Medan cukup menantang.
Namun, upaya tetap dilakukan. Di Dusun Saga, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,702 kilometer dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,921 kilometer. Dilengkapi satu gardu 50 kVA, dengan 71 pelanggan kini sudah menikmati listrik.
Sementara di Dusun Gedah, dibangun JTM sepanjang 4,125 kilometer dan JTR sepanjang 6,847 kilometer, dengan satu gardu 100 kVA yang melayani 64 pelanggan. Total ada 138 pelanggan. Sebanyak 135 rumah tangga dan 3 fasilitas umum.
“Listrik bukan hanya penerangan. Tapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Maria.
Melalui program listrik desa dan inisiatif sosial seperti Light Up The Dream, PLN berharap kehadiran listrik bisa menjadi penggerak ekonomi dan mempercepat pembangunan desa di Kalimantan Barat, khususnya di Landak.
Kepala Desa Manggang, Akiong, tak bisa menyembunyikan rasa syukur atas hadirnya jaringan PLN menerangi rumah-rumah penduduk. Fasilitas listrik negara sudah puluhan tahun didambakan dan akhirnya terwujud.
“Puji Tuhan, listrik yang kami impikan akhirnya hadir. Dulu warga pakai pelita dan genset, biayanya bisa Rp900 ribu sampai Rp1 juta per bulan. Sekarang cukup sekitar Rp150 ribu sampai Rp250 ribu,” ucapnya.***
Penulis : Dina Prihatin Wardoyo
Editor : -

Leave a comment