Insiden Ayam Belatung, SPPG Kuala Behe Akui Kelalaian di SDN 13 Nyayum Landak
LANDAK, Insidepontianak.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, mengalami gangguan setelah ditemukan menu ayam yang tidak layak konsumsi di sejumlah sekolah.
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuala Behe mengakui adanya kelalaian dalam proses pengolahan dan distribusi makanan tersebut.
Kasus ini mencuat di SDN 13 Nyayum ketika siswa menerima menu ayam yang dilaporkan berbau tidak sedap pada Senin (4/5/2026). Beberapa siswa yang menyadari hal tersebut, lantas melapor pada guru.
Selain SDN 13 Nyayum, sedikitnya tiga sekolah lain yang menerima distribusi dari SPPG Kuala Behe juga mengalami kejadian serupa.
Kepala SPPG Kuala Behe, Deri Suraji, mengatakan pihaknya langsung menarik makanan dari empat sekolah sebagai langkah antisipasi.
“Kurang layak dikonsumsi. Itu kami akui, ada kesalahan dari pengolahan kami,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Deri menjelaskan, ketika pengemasan menu MBG ke dalam opreng belum tercium aroma yang tidak sedap. Ia menduga, sirkulasi udara yang kurang baik saat menu disalurkan menjadi penyebab bau tidak sedap muncul.
"Pas packing itu masih belum berasa (bau), mungkin karena sirkulasi udara dalam mobil pengankutan, jadinya berbau," jelasnya.
Deri Suraji juga mengakui, kondisi bahan baku ayam yang digunakan juga sudah tidak segar. Ia menyebut hal itu turut dipengaruhi oleh proses pengangkutan dari Ngabang ke Kuala Behe.
"Tapi ini memang kelalaian pengelolahan dari kami. Karena ayam itu juga pas dibawanya sudah tidak segar, Kuala Behe kan jauh," tutrunya.
Ia menjelaskan, ayam tersebut diangkut tanpa penanganan pendingin yang memadai selama perjalanan. Jarak tempuh yang cukup jauh diduga mempercepat perubahan kondisi bahan baku tersebut.
Terkait laporan adanya belatung dalam menu ayam, Deri membantah temuan tersebut.
Ia menegaskan hasil pengecekan ulang yang dilakukan pihaknya tidak menemukan adanya belatung pada makanan yang didistribusikan.
"Iya, dibuka dari kami di sana juga mengecek lagi ayam-ayamnya, nggak ada gitu (belatung)," ceritanya.
SPPG Kuala Behe diketahui melayani distribusi MBG ke 21 sekolah dengan total 1.752 penerima manfaat. Kejadian ini memunculkan perhatian terhadap pengawasan kualitas makanan dalam program tersebut.
Di sisi lain, Deri mengungkapkan bahwa sertifikat laik higiene serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di SPPG Kuala Behe masih dalam proses pengurusan. Hasil uji kualitas air juga belum keluar karena masih ditemukan kendala. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment