Kekurangan Guru Masih Jadi Tantangan Sekolah di Kabupaten Landak
LANDAK, Insidepontianak.com - Beban kerja guru di Kabupaten Landak dinilai semakin bertambah seiring masih terbatasnya jumlah tenaga pendidik di sejumlah sekolah.
Kondisi tersebut membuat sebagian guru harus mengajar di luar bidang keahliannya, sekaligus tetap menyelesaikan berbagai tugas administrasi yang menjadi bagian dari pekerjaannya.
Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Landak, Andry, mengatakan keterbatasan guru menjadi tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Landak.
Menurutnya, situasi itu berdampak langsung pada guru yang harus menjalankan tugas mengajar di luar mata pelajaran yang menjadi keahliannya.
Ia mencontohkan, guru yang berlatar belakang mata pelajaran tertentu terkadang harus merangkap menjadi guru kelas atau mengampu mata pelajaran lain karena kebutuhan sekolah.
"Guru yang lulusannya di mata pelajaran khusus, tetapi karena pemenuhan guru yang masih terbatas di Kabupaten Landak, akhirnya harus merangkap di sekolah. Misalnya menjadi guru kelas," kata Andry, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat guru harus mempelajari kembali materi yang bukan menjadi bidang utamanya.
Di sisi lain, mereka tetap dituntut menjalankan seluruh tanggung jawab sebagai pendidik.
"Bahkan mungkin sedikit memengaruhi kinerja guru karena bebannya tidak sesuai dengan bidangnya dan mau tidak mau harus belajar," ujarnya.
Selain beban mengajar, guru juga masih harus menyelesaikan berbagai administrasi pembelajaran.
Mulai dari menyiapkan perangkat ajar, menyusun modul, hingga memenuhi berbagai dokumen yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.
Andry mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena guru harus membagi waktu antara mengajar di kelas dengan menyelesaikan pekerjaan administrasi.
"Guru itu sejatinya tidak hanya sekadar berurusan dengan administrasi. Dia juga harus memastikan suasana kelas bisa terakomodir dengan baik, memastikan siswa mendapatkan kebutuhan belajar yang baik, dan di sisi lain guru juga harus memenuhi tugas dan tanggung jawabnya untuk menyelesaikan segala proses administrasi," katanya.
Meski demikian, ia menilai administrasi tetap merupakan bagian dari profesionalisme seorang guru. Karena itu, menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan semata-mata persoalan administrasi, tetapi bagaimana guru mampu menjalankan seluruh tanggung jawabnya ketika beban mengajar juga semakin besar.
Andry menambahkan, apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, beban kerja yang terus meningkat dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pembelajaran, karena guru harus membagi perhatian pada banyak tugas sekaligus.
Oleh sebab itu, Andry berharap kebutuhan guru di Kabupaten Landak dapat terus dipenuhi melalui koordinasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Menurutnya, penambahan tenaga pendidik akan membantu pembagian tugas mengajar menjadi lebih proporsional sehingga guru dapat lebih fokus menjalankan proses pembelajaran. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment