DLH Landak Periksa Air dari Hulu hingga Hilir, Pantau Perubahan Kondisi Sungai
LANDAK, Insidepontianak.com - Kondisi air di sepanjang aliran sungai tidak selalu sama. Aktivitas masyarakat hingga perubahan lingkungan di sekitarnya dapat memengaruhi kualitas air dari bagian hulu hingga hilir.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Landak melakukan pengambilan sampel air sungai secara rutin di sejumlah wilayah.
Kepala DLH Kabupaten Landak, Sahbirin, mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui status mutu air sekaligus melihat perubahan daya dukung dan daya tampung sungai.
"Pemantauan kualitas air dilakukan untuk mengetahui status mutu air dan perubahan daya dukung dan daya tampung sungai di Kabupaten Landak," kata Sahbirin, Senin (6/7/2026).
Sahbirin menjelaskan pengambilan sampel air sungai pada semester pertama tahun 2026 mencakup tiga sungai yang berada di Kecamatan Jelimpo, Air Besar dan Sengah Temila.
Dari tiga sungai tersebut, terdapat sembilan titik pantau yang menjadi lokasi pengambilan sampel air. Pengambilan sampel dilakukan dengan membagi lokasi pemantauan pada beberapa bagian aliran sungai, mulai dari hulu, tengah hingga hilir.
"Jadi dalam satu sungai ada tiga titik, hulu, tengah dan hilir," ujarnya.
Menurut Sahbirin, pembagian lokasi pengambilan sampel tersebut diperlukan untuk melihat kondisi air pada bagian berbeda di sepanjang aliran sungai.
Kabupaten Landak sendiri memiliki cukup banyak aliran sungai yang tersebar di 13 kecamatan. Berdasarkan data sejak 2009 hingga 2019, terdapat 57 titik sungai yang masuk dalam data DLH Kabupaten Landak.
Hasil pengujian terhadap sampel air tersebut nantinya menjadi salah satu bagian dalam penilaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Landak.
Sahbirin mengatakan upaya menjaga kondisi sungai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah maupun DLH.
"Ini bukan hanya tugas dari pemerintah daerah, bukan tugas dari Dinas Lingkungan Hidup, tentu ini tugas dari kita semua," ujarnya.
Sedikitnya terdapat delapan parameter yang diperiksa, meliputi pH, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), Dissolved Oxygen (DO), nitrat atau NO3-N, total fosfat dan fecal coliform.
Selain itu, pengujian status mutu air sungai juga dilakukan terhadap sejumlah parameter tambahan, yakni total coliform, Total Dissolved Solids (TDS), klorin bebas, hidrogen sulfida (H2S), logam dan minyak lemak. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment