Poros Kalisutra, Kolaborasi CSO-Jurnalis, Kawal Kampanye Lingkungan

25 Mei 2024 21:58 WIB
Pendiri Kolase.id, Andi Fachrizal atau Rizal Daeng saat menyampaikan materi kegiatan workshop di Hotel Harris Pontianak, Jumat (24/5/2024). (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Poros Kalimantan-Sumatera atau Kalisutra merupakan kolaborasi antar Organisasi masyarakat sipil atau CSO dan jurnalis dalam mengawal kampanye tentang isu lingkungan, tak terkecuali Kalimantan Barat.

Sebab, akhir-akhir ini banyak kehancuran hutan yang terjadi di Kalbar. Karena, ulah dari tindakkan manusia.

Tak hanya itu, kehancuran hutan juga tidak lepas dari kebijakan kontroversial yang dibuat oleh Pemerintah.

Oleh karena itu, terciptanya Poros Kalisutra merupakan sebuah penyatuan dua daerah yang memiliki kesamaan nasib dan kesamaan tekanan terhadap sumber daya alam.

"Melalui Poros Kalisutra membangun dan memperluas jejaring untuk pengelolaan lingkungan yang lebih luas,” kata pendiri Kolase.id, Andi Fachrizal, Jumat (24/5/2024).

Menurutnya, Poros Kalisutra ini mampu menyinergikan antara CSO dan media massa agar kampanye berdampak.

“Tantangan yang besar itu kemudian tidak dapat kita selesaikan kalau ada kecenderungan akan berjalan masing-masing, CSO-nya kemana jurnalisnya kemana,” ucapnya.

Ia berharap, melalui Poros Kalisutra dapat menjadi sebuah pemantik untuk kerja lebih kreatif dan besar ke depannya.

“Kita akan usahakan ke depan membangun post consorsium untuk dua pulau ini dan mudah-mudahan dapat tercapai,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, Kalbar sempat ramai membicarakan kasus sebuah perusahaan yang dicurigai melakukan perusakan hutan.

Akibatnya, kawasan 14 desa di lima kecamatan, Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara ekosistem gambut, habibat orangutan dan tanah milik masyarakat menjadi terganggu.

"Di sinilah peran CSO dan media untuk terkoneksi dengan membangun sinergisitas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat teredukasi dengan baik dan tidak ada kesimpangsiuran informasi," pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : Dina Prihatini Wardoyo

Leave a comment