Polres Kubu Raya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Polres Kubu Raya tengah memastikan, laporan dugaan penganiayaan dialami sejumlah siswa SMA Taruna Bumi Khatulistiwa telah ditangani.
Saat ini, penyelidikan tengah berlangsung. Bukti-bukti dan keterangan saksi masih terus dikumpulkan.
“Jadi perkaranya masih dalam proses penyelidikan,” jelas Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade.
Penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan dari tujuh korban. Penganiyaan itu diduka dilakukan kakak kelas.
Kejadian itu disebut berlangsung di asrama sekolah pada akhir Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Kuasa hukum ketujuh korban, Andrean Winoto Wijaya menyebut, sejaginya ada 14 siswa yang mengalimi kekerjasan. Namun yang melapor hanya sebagiannya.
Para korban diduga mengalami pengeroyokan secara bersama-sama. Mereka disebut ditendang hingga dipukul. Beberapa siswa mengalami luka cukup serius.
“Ada yang bibirnya robek hingga behel menembus bagian dalam mulut. Ini sangat memprihatinkan,” kecamnya.
Ia memastikan, bukti visum telah disampaikan ke polisi. Selain langkah hukum, pihak pengacara juga melayangkan somasi kepada sekolah.
Langkah itu ditempuh sebagai bentuk permintaan pertanggungjawaban atas dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan asrama.
“Ini bukan kejadian biasa karena jumlah korbannya cukup banyak,” tegasnya.
Andrean menegaskan dugaan kekerasan tersebut tidak boleh dianggap sebagai tradisi senioritas di lingkungan pendidikan.
“Kekerasan atau bullying harus dihentikan. Jika dilakukan oknum siswa, harus ada sanksi tegas,” tegasnya.***
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment