Karhutla di Melawi Meluas, 757 Hektare Terbakar, BPBD Butuh Bantuan Water Bombing

8 Agustus 2026 11:12 WIB
Petugas kepolisian berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. (Istimewa)

MELAWI, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Melawi semakin meluas. BPBD setempat melaporkan, lahan yang terbakar sudah mencapai sekitar 757 hektare.

Titik api tersebar di delapan desa. Di antaranya, Desa Nusa Kenyikap dan Desa Batu Ampar Kecamatan Belimbing, Desa Tebing Karangan dan Desa Nanga Kayan Kecamatan Nanga Pinoh.

Selanjutnya, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Pelempai Jaya Kecamatan Ella Hilir, Desa Pelinggang Kecamatan Pinoh Selatan, Desa Kebebu Kecamatan Nanga Pinoh, serta Desa Bloyang Kecamatan Belimbing Hulu.

“Beberapa lokasi sudah berhasil dipadamkan. Tetapi, di sejumlah titik, api masih menyala dan terus kita padamkan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Melawi, Rahmad Mauludin, Jumat (7/8/2026).

Kebakaran lahan di Desa Nusa Kenyikap paling parah. Lahan yang terbakar mencapai 135 hektare. Dan, baru sekitar dua hektare yang berhasil dipadamkan.

“Namun asap dari sisa bara masih mengepul,” lanjut Rahmad.

Sementara itu, kebakaran di Desa Tebing Karangan melahap 55 hektare dan api telah padam seluruhnya.

Di Desa Batu Ampar, sekitar 7 hektare lahan terbakar juga berhasil ditangani. Adapun di Desa Pelempai Jaya, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 150 hektare dan sudah padam.

Kondisi berbeda terjadi di Desa Pelinggang, Kecamatan Pinoh Selatan. Sekitar 10 hektare lahan terbakar dan apinya masih aktif merambat ke kawasan perkebunan warga.

Kebakaran yang cukup parah juga melanda Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, dengan luas lahan terbakar mencapai 100 hektare.

“Api masih menyala karena kawasan tersebut merupakan lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus,” jelas Rahmad.

Di Desa Bloyang, Kecamatan Belimbing Hulu, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 200 hektare. Api menjalar ke perkebunan warga dan belum padam sepenuhnya.

Adapun di Desa Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, luas area terbakar juga diperkirakan mencapai 100 hektare.

Penanganan karhutla di delapan desa tersebut melibatkan pihak BPBD Melawi, Manggala Agni, Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh, KPH Melawi, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

“Tim di lapangan terus melakukan pemadaman, pemantauan, dan penjagaan agar api tidak semakin meluas dan membahayakan masyarakat,” katanya.

Proses pemadaman di lapangan dihadapkan pada kendala berat. Rata-rata titik api di wilayah perbukitan, medan gambut yang sulit dijangkau, serta krisis air akibat puncak kemarau.

Oleh karena itu, BPBD membutuhkan dukungan Satgas Udara untuk membantu pemadaman menggunakan helikopter water bombing di titik-titik yang sulit dijangkau jalur darat.

Selain itu, sarana prasarana pemadaman tambahan sangat diperlukan untuk memperkuat penanganan tim di lapangan.

Water bombing sangat kami dibutuhkan untuk mempercepat pengendalian api dan mencegah kebakaran meluas,” tegas Rahmad.

Saat ini BPBD bersama unsur terkait terus memantau titik api yang masih aktif. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan secara sembarangan.

Sementara pemerintah desa dan kecamatan diharapkan menyiagakan sarana pemadaman sebagai langkah antisipasi awal.***


Penulis : Abdul Halikurrahman/ril
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar