Jadikan Momen Idul Fitri Jadi Hal Tepat Bangun Kekuatan Keluarga

JAKARTA, insidepontianak.com - Menteri Kependudukan dan Pembangunan keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji menyatakan bahwa Idul Fitri menjadi momen yang tepat untuk membangun keluarga.
"Idul Fitri adalah momentum yang luar biasa, khususnya bagi masyarakat dan keluarga Indonesia. Ada budaya mudik, silaturahim, dan itu semua semangatnya satu, untuk memperkuat silaturahim, saling meminta maaf dan memaafkan, serta membangun kekuatan keluarga," katanya sebagaimana dipantau dari akun Youtube resmi Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Senin.
Sementara itu, Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyatakan bahwa Idul Fitri menjadi semangat baru untuk saling menyayangi dan tumbuh bersama keluarga.
"Idul Fitri adalah waktu kita kembali bersama keluarga, tempat di mana kasih sayang yang tulus, rasa saling menyayangi, dan semangat bertumbuh bersama selalu ada," ujar Isyana.
Sedangkan Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono berpesan agar Idul Fitri menjadi momen untuk membangun keluarga yang rukun guna mewujudkan masyarakat penuh empati.
"Mari memperkuat ikatan keluarga, dari keluarga yang rukun dan bahagia, akan lahir masyarakat yang penuh empati dan toleransi," tuturnya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah adanya hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, yang menyebutkan bahwa tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Menag juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri 1446 Hijriah untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan di masyarakat. (ANT)
Penulis : REDAKSI
Editor : Wati Susilawati
**Berikut ini adalah Laporan Transparansi insidepontianak.com sebagai peserta Journalism Trust Initiative (JTI).
Laporan ini dibuat secara otomatis dan berdasarkan kuesioner yang diberikan oleh JTI. Jawaban yang Anda lihat di sini telah kami berikan sebatas pengetahuan kami.
Journalism Trust Initiative bisa didefinisikan dalam mengukur indikator untuk melihat jurnalisme yang dapat dipercaya dan memberi penghargaan atas kepatuhannya, memberikan manfaat nyata bagi semua media dan mendukung media dalam menciptakan ruang informasi yang sehat.
Dirancang sebagai standar ISO, Journalism Trust Initiative, yang diprakarsai oleh Reporters without borders (RSF), telah dikembangkan oleh panel yang terdiri dari 130 pakar internasional di bawah naungan Komite Eropa untuk Standardisasi (CEN) dan diterbitkan sebagai Perjanjian Lokakarya CWA 17493 untuk memberi penghargaan kepada jurnalisme yang dapat dipercaya dan kepatuhan terhadap norma-norma profesional.
Silahkan klik link di bawah ini untuk melihat secara lengkap: Laporan Transparansi
Tags :

Leave a comment