Pemprov Kalbar Anggarkan Rp78 Miliar Perbaiki Jalan Rusak di Ketapang–Kayong Utara
PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan Rp78 miliar untuk memperbaiki ruas jalan rusak di Ketapang dan Kayong Utara.
Anggaran tersebut difokuskan pada ruas-ruas yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dan menghambat mobilitas warga.
Di Kabupaten Ketapang, perbaikan mencakup Jalan Pesaguan–Kendawangan Rp20 miliar, Jalan Simpang Sungai Gantang–Teluk Batu Rp7 miliar, Jalan Tanjung–Marau Rp12 miliar, serta Jalan Tumbang Titi–Tanjung Rp16 miliar.
Sementara di Kabupaten Kayong Utara, pembangunan Jalan Sukadana–Teluk Batang dialokasikan Rp23 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, menegaskan pembangunan ini merupakan komitmen gubernur dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Ruas-ruas ini menjadi prioritas karena dampaknya langsung dirasakan warga,” ujarnya.
Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran nasional berdampak pada ruang fiskal daerah. Karena itu, penanganan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Keluhan masyarakat, termasuk melalui media sosial, kami jadikan bahan evaluasi. Penanganan difokuskan pada titik kerusakan terberat,” tegasnya.
Harus Tetap Jadi Prioritas
Anggota DPRD Kalbar daerah pemilihan Ketapang–Kayong Utara, Kasdi, meminta pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut tetap menjadi prioritas.
Sebab, kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
“Keluhan soal jalan rusak sudah lama. Namun kemampuan APBD terbatas, sementara ruas yang rusak sangat banyak,” kata Kasdi.
Legislator PDI Perjuangan itu mengapresiasi komitmen pemerintah provinsi. Meski begitu, ia menilai alokasi anggaran yang ada belum cukup untuk menuntaskan seluruh persoalan infrastruktur di Ketapang.
Ia menjelaskan, pemotongan dana transfer pusat ke daerah sebesar Rp522 miliar menjadi salah satu kendala utama pada 2026.
“Itu tentu memengaruhi kemampuan pembiayaan daerah,” ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan, DPRD Kalbar akan terus mendorong agar ruas-ruas prioritas tetap mendapat perhatian pada 2026.
Kasdi menyebut perbaikan Jalan Tumbang Titi–Tanjung dianggarkan Rp16 miliar, Jalan Tanjung–Marau Rp12 miliar, serta Jalan Sungai Gantang–Teluk Batu Rp7 miliar.
Menurutnya, anggaran tersebut belum mampu menyelesaikan seluruh kerusakan secara menyeluruh.
“Untuk tuntas tentu belum. Minimal titik terparah ditangani dulu. Jika belum bisa diaspal, difungsionalkan terlebih dahulu agar tidak menghambat aktivitas warga,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa ruas sebenarnya sudah mendekati tuntas secara fungsional, termasuk Jalan Tumbang Titi–Tanjung yang tersisa sekitar delapan kilometer.
Percepatan tetap dibutuhkan agar konektivitas antarwilayah semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi daerah tidak terhambat.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment