Pemprov Kalbar Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan, Ajak Perusahaan Berperan Aktif

11 Februari 2026 13:06 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di dampingi Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dan Gubernur Kalbar Ria Norsan, memantau Karhutla dengan helikopter, Jumat (1/8/2025). (Antara)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meminta perusahaan, terutama sektor pertambangan, tidak mengabaikan kewajiban reklamasi.

Kewajiban itu harus dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan dan hutan di Kalbar.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menegaskan perlindungan lingkungan menjadi perhatian utama di tengah dorongan pembangunan dan investasi.

Menurutnya, hutan memiliki peran vital dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem.

“Kita fokus menjaga lingkungan agar tetap lestari. Hutan yang baik menyerap karbon, dan karbon sangat penting bagi kehidupan,” ujarnya.

Norsan menyebut luas tutupan hutan di Kalbar masih sekitar 80 persen. Angka itu, kata dia, harus dipertahankan.

“Jagalah alam kita. Kalau kita menjaga alam, alam akan menjaga kita,” pesannya.

Ia juga menyinggung bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Peristiwa itu dinilai menjadi pelajaran penting akibat terganggunya keseimbangan alam.

Karena itu, Norsan mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha, agar berhati-hati dalam menerbitkan dan menerima izin investasi, khususnya di sektor pertambangan dan kehutanan.

“Investasi penting untuk pertumbuhan ekonomi. Tapi kelestarian alam juga wajib dijaga. Keduanya harus seimbang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Adi Yani, menyebut kondisi deforestasi di Kalbar masih relatif terkendali jika dilihat dari luas lahan kritis.

Ia menjelaskan, total luas wilayah Kalbar sekitar 14 juta hektare. Rinciannya, 8 juta hektare kawasan hutan dan 6 juta hektare di luar kawasan hutan.

Dari total tersebut, pemerintah melakukan pemetaan dan analisis wilayah yang perlu dijaga ketat. Hasilnya, sekitar 7,6 juta hektare menjadi fokus pengendalian deforestasi.

Menurut Adi Yani, indikator deforestasi dan degradasi hutan dapat dilihat dari luas lahan kritis. Data terbaru menunjukkan lahan kritis di Kalbar sekitar 700 ribu hektare dari total 8 juta hektare kawasan hutan.

“Kalau dipersentasekan, sekitar 2 persen. Artinya, kondisi Kalbar masih cukup baik,” pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar