Genjot Infrastruktur Pontianak Timur, Pemkot Rencanakan Trotoar Baru di Jalan Sultan Hamid II

21 Februari 2026 12:07 WIB
Kecamatan Pontianak Timur/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Pontianak memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan di Kecamatan Pontianak Timur.

Setelah penataan Jalan Sultan Hamid II menjadi dua jalur, Pemkot Pontianak berencana membangun trotoar di sepanjang jalan yang menghubungkan Jembatan Kapuas I dengan Jembatan Landak.

“Jalan di sana sudah lebar dan diturap, selanjutnya kita akan bangun trotoar di sepanjang Jalan Sultan Hamid II seperti Jalan Ahmad Yani,” ujar Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di hadapan jemaah Salat Subuh dalam rangkaian Safari Ramadan di Masjid Al Aqsa Komplek Palestin V Pontianak Timur, Sabtu (21/2/2026).

Selain itu, Pemkot Pontianak juga akan melebarkan Jalan Tekam hingga arah persimpangan Jalan Tani. Pelebaran ini sebagai jalan alternatif  untuk mengurai kemacetan 

“Program lainnya adalah pembangunan Rusunawa di Gang Semut untuk mengentaskan kawasan kumuh,” katanya.

Selain pelebaran jalan, Pemkot juga merancang pembangunan jalur lingkar timur (outer ring road) yang menghubungkan kawasan Tanjung Raya hingga Ampera. 

“Jalur tersebut diharapkan menjadi alternatif mobilitas warga sekaligus mengurangi beban lalu lintas di jalan utama,” tuturnya.

Walau telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya pelebaran beberapa ruas jalan utama untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Namun, upaya tersebut masih terkendala proses pembebasan lahan di sejumlah titik.

“Ada jalan yang sebenarnya bisa kita lebarkan, anggarannya tersedia, tetapi lahannya belum bebas. Ini yang menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan jalan,” bebernya.

Edi menambahkan, meningkatnya jumlah kendaraan juga menjadi tantangan tersendiri. Pertumbuhan ekonomi dan kemudahan masyarakat membeli kendaraan bermotor membuat volume lalu lintas terus naik setiap tahun.

“Ini bukan hanya terjadi di Pontianak, tetapi hampir di semua kota besar. Karena itu kita harus menyiapkan infrastruktur yang memadai,” ungkapnya.

Selain jalan, persoalan lain yang menjadi perhatian adalah sistem drainase. Beberapa kawasan di Pontianak Timur masih mengalami genangan ketika hujan bertepatan dengan pasang air Sungai Kapuas.

Disamping itu, Pemkot, juga akan memperbesar saluran sekunder menuju sungai serta menata sistem drainase kawasan permukiman baru agar tidak menimbulkan banjir lokal.

“Pontianak Timur sebenarnya bukan kawasan banjir, tetapi karena topografinya rendah, jika hujan bersamaan dengan pasang air bisa terjadi genangan. Maka drainase harus diperkuat,” jelas Edi.

Di sisi lain, Pemkot juga menyiapkan pembangunan fasilitas publik di wilayah timur, mulai dari ruang terbuka hijau, trotoar, jalur olahraga, hingga pembebasan lahan untuk sekolah, fasilitas umum dan pemakaman.

“Keterbatasan lahan untuk pemakaman juga jadi persoalan di Pontianak Timur ini, karena itu kita sedang berupaya untuk membebaskan lahan yang representatif untuk pemakaman,” imbuhnya.

Edi menegaskan, pembangunan Pontianak Timur menjadi salah satu prioritas karena wilayah tersebut memiliki pertumbuhan penduduk tinggi serta peran strategis sebagai kawasan permukiman baru.

“Kita ingin pembangunan di Pontianak Timur berjalan seimbang, tidak hanya perumahan yang tumbuh, tetapi juga infrastrukturnya, fasilitas pendidikannya, layanan kesehatannya, serta ruang publiknya,” tutupnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar