Dampak Konflik di Timteng, Tiket Pesawat Kelas Bisnis Tembus Rp43 Juta, Jemaah Pontianak Harap Bantuan Pemerintah
PONTIANAK, insidepontianak.com – Jemaah umrah asal Pontianak tertahan di Jeddah. Mereka tak bisa pulang. Karena layanan penerbangan terbatas akibat konflik Iran versus Israel–Amerika Serikat yang kian memanas.
Ketegangan di Timur Tengah menutup sebagian jalur udara. Kebijakan ini diberlakukan karena situasi keamanan dinilai belum kondusif.
Dampaknya merembet ke sektor penerbangan. Harga tiket pasawat melonjak tajam. Kelas bisnis dilaporkan tembus Rp43 juta hingga Rp47 juta per orang.
Sementara penerbangan kelas ekonomi untuk jadwal awal Maret habis penuh. Beberapa maskapai, seperti Saudia dan Garuda Indonesia, juga dilaporkan kehabisan kursi ekonomi.
Opsi yang tersisa mayoritas kelas bisnis dengan tarif jauh di atas harga normal. Kondisi ini membuat sebagian jemaah umrah terkatung-katung tak bisa pulang ke Tanah Air.
Salah satunya jemaah dari Pontianak. Direktur RSUD Pontianak Utara, Nuzulisa Zulkifli, bersama rombongan masih berada di Jeddah.
Mereka seharusnya kembali pada 1 Maret 2026. Namun jadwal penerbangan dibatalkan tanpa kepastian keberangkatan ulang.
“Kami sudah berikhtiar mencari penerbangan langsung agar bisa segera pulang. Namun qadarullah, kursi tidak tersedia. Saat itu yang ada hanya kelas bisnis. Harganya tidak masuk akal,” ujar Nuzulisa, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, untuk penerbangan 2 dan 3 Maret, kursi ekonomi di maskapai seperti Saudia dan Garuda Indonesia sudah penuh.
“Bahkan untuk 3 Maret, baik kelas ekonomi maupun bisnis sudah sold out. Ada penerbangan Saudia kelas bisnis dengan harga Rp43 juta. Itu tetap sangat berat,” ungkapnya.
Saat ini, ia terus berupaya mencari kursi ekonomi pada jadwal berikutnya. Namun hingga hari ini dan besok, seluruh penerbangan dilaporkan penuh.
Di tengah situasi tersebut, Nuzulisa berharap ada campur tangan pemerintah.
Ia meminta pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Haji dan Umrah, bernegosiasi dengan maskapai nasional agar tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga tiket.
“Kalau bisa ditekan seminimal mungkin demi membantu kepulangan jemaah Indonesia yang saat ini tertahan di Jeddah dan Madinah,” harapnya.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -
Tags :

Leave a comment