Hipertensi Dominasi Kasus Penyakit di Pontianak, Gaya Hidup Jadi Pemicu

31 Maret 2026 13:58 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kasus hipertensi menjadi penyakit terbanyak yang ditangani puskesmas di Kota Pontianak sepanjang 2025. Angkanya paling tinggi.

Data Dinas Kesehatan mencatat, penderita hipertensi esensial mencapai 54.409 kasus. Jauh melampaui penedita nasofaringitis akut atau flu di urutan kedua dengan 44.912 kasus.

Penyakit lain yang masuk 10 besar antara lain dispepsia sebanyak 28.448 kasus, infeksi saluran pernapasan atas akut 20.575 kasus, serta diabetes melitus non-insulin 19.522 kasus.

Data ini menunjukkan pergeseran tren penyakit. Tidak lagi didominasi penyakit infeksi. Kini lebih banyak penyakit tidak menular. Pemicu utamanya, gaya hidup.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, mengatakan tingginya kasus hipertensi menjadi peringatan serius.

“Artinya masyarakat harus mulai memperbaiki pola hidup,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan, rutin berolahraga, cukup istirahat, dan mengelola stres.

Menurutnya, penanganan hipertensi tidak cukup hanya dengan obat. Perubahan gaya hidup harus dilakukan secara konsisten.

“Harus rutin cek tekanan darah, minum obat sesuai anjuran, dan yang paling penting mengubah pola hidup,” jelasnya.

Karena itu, program cek kesehatan gratis akan terus digalakkan secara masif. Tujuannya untuk mendorong deteksi dini hipertensi.

Sebab, banyak penderita tidak menyadari dirinya mengidap hipertensi karena sering tanpa gejala.

“Ini yang bahaya. Jangan sampai baru tahu setelah terkena stroke,” tegasnya.

Memasuki awal 2026, kasus hipertensi pun masih menunjukkan tren peningkatan sekitar 10 persen.

Data ini memperkuat bahwa penyakit tidak menular menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat. Perubahan gaya hidup menjadi kunci menjaga kesehatan.***

 


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar