Selesaikan Polemik, DPRD Kalbar Usul SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas Wakili Daerah di LCC Nasional
PONTIANAK, insidepontianak.com – DPRD Kalimantan Barat mengusulkan SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Sambas sama-sama diberangkatkan mewakili Kalbar pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat nasional.
Usulan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur, menyusul polemik final LCC tingkat Provinsi Kalbar yang masih terus menuai protes.
Menurut Prabasa, langkah tersebut menjadi solusi agar persoalan tidak berkepanjangan dan tidak menimbulkan tekanan psikologis bagi para peserta.
“Supaya polemik ini tidak berkepanjangan, kami usulkan dua-duanya saja mewakili Kalimantan Barat,” katanya, Kamis (14/5/2026).
Polemik bermula saat laga final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalbar digelar pada 9 Mei 2026. Saat itu terjadi perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dinilai serupa oleh peserta.
Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan lima poin untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Sementara jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama.
Peserta SMAN 1 Pontianak sempat melayangkan protes karena menilai jawaban mereka identik. Namun, dewan juri beralasan jawaban Grup C tidak secara jelas menyebut adanya pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Peristiwa itu kemudian memicu perdebatan luas. MPR RI lantas menyampaikan permintaan maaf dan memutuskan final LCC tingkat Provinsi Kalbar diulang.
Prabasa menilai keputusan pertandingan ulang terlalu terburu-buru karena tidak mempertimbangkan kondisi psikologis peserta dari kedua sekolah.
Menurut dia, para siswa telah berjuang keras mempersiapkan diri sehingga pertandingan ulang berpotensi memunculkan tekanan mental baru.
“Kita tahu peserta ini anak-anak usia sekolah. Mereka sudah belajar dan mempersiapkan diri dengan serius,” ujarnya.
Ia juga mengaku menerima informasi bahwa alumni dan pihak SMAN 1 Pontianak tidak bersedia mengikuti pertandingan ulang dan mempersilakan SMAN 1 Sambas mewakili Kalbar.
Namun, di sisi lain, Prabasa menilai SMAN 1 Sambas juga akan terbebani jika kemenangan mereka dibatalkan lalu diminta bertanding ulang.
“Kalau sudah menang lalu diminta hadir lagi untuk ulang pertandingan, tentu itu juga menimbulkan beban psikologis,” katanya.
Karena itu, DPRD Kalbar berencana menyampaikan usulan resmi kepada MPR RI agar memberikan kebijakan khusus bagi Kalbar dengan mengirim dua wakil sekaligus ke tingkat nasional.
“Permohonan kami kepada MPR RI, untuk Kalimantan Barat diberikan diskresi. Kalau daerah lain satu sekolah, Kalbar dua sekolah,” tegas legislator Partai Golkar tersebut.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -
Tags :

Leave a comment