HUT ke-75 IBI, Wali Kota Pontianak Ajak Bidan Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
PONTIANAK, insidepontianak.com – Bidan adalah profesi mulia. Perannya strategis. Mereka garda terdepan dalam mendongkrak kualitas kesehatan ibu dan anak demi mencetak Generasi Emas 2045.
Karena itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) terus mengasah kompetensi agar makin profesional saat melayani masyarakat.
"Selamat Hari Ulang Tahun IBI. Semoga seluruh bidan senantiasa sehat, semangat, dan sejahtera dalam mengabdi. Mari bersama wujudkan generasi penerus yang sehat," ucap Edi di perayaan HUT IBI ke-75, Senin (6/7/2026).
Edi membeberkan, angka kelahiran anak di Kota Pontianak sepanjang tahun 2025 lalu sendiri menembus 11.667 jiwa. Pertumbuhan yang tinggi ini wajib diimbangi dengan mutu pelayanan kesehatan yang makin prima.
"Ini tantangan sekaligus tanggung jawab bersama. Pelayanan bagi ibu hamil, melahirkan, bayi, hingga balita tidak boleh kendor," tegasnya.
Meski begitu, Edi mengingatkan angka kematian ibu dan bayi masih menjadi pekerjaan rumah. Indikator ini harus terus ditekan lewat pendampingan ketat sejak masa kehamilan.
Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Butuh kolaborasi lintas sektor, mulai dari pusat, provinsi, hingga organisasi profesi seperti IBI.
"Pusat sudah bikin program pemeriksaan kesehatan gratis untuk ibu hamil. Program ini baru bisa efektif kalau didukung data lapangan yang akurat," tambah Edi.
Ia juga menyoroti pentingnya masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fase dari dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun ini adalah kunci mencetak generasi cerdas.
Sementara itu, Ketua PC IBI Kota Pontianak, Bidan Sri Mulyanti, menegaskan komitmennya untuk terus mendongkrak kompetensi anggotanya. Menurut Sri, tugas bidan tidak mandek pada proses melahirkan saja.
"Bidan hadir mendampingi perempuan dan keluarga dalam setiap fase kehidupan. Ini bukan sekadar profesi, tapi panggilan kemanusiaan," kata Sri.
Selama setahun terakhir, PC IBI Pontianak telah menggeber sejumlah program strategis. Mulai dari pelatihan ilmiah, hingga program jemput bola penerbitan akta kelahiran yang berkolaborasi dengan Disdukcapil.
"Kami juga rutin melakukan pembinaan dan standardisasi terhadap 34 Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) di Pontianak," pungkasnya.***
Penulis : Abdul Halikurrahman/Prokopim
Editor : -

Leave a comment