Perkuat Layanan Ekspor, Terminal Kijing Datangkan Dua Unit RTG Hybrid Baru
PONTIANAK, insidepontianak.com – Terminal Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah, terus memacu kualitas layanan bongkar muat peti kemas pasca-sukses menggelar ekspor perdana, beberapa waktu lalu.
Kini, dua unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTG) Hybrid Full Battery terbaru didatangkan untuk mempercepat kegiatan bongkar muat.
Dua alat berat tersebut dibeli dari Tiongkok. Diangkut menggunakan kapal MV BILLIE. Kapal ini telah sandar di Dermaga Terminal Kijing pada Sabtu (4/7/2026) dini hari pukul 03.35 WIB.
Crane itu memiliki sistem kerja Safe Working Load (SWL) dengan kapasitas beban angkat mencapai 41 ton. Kedua mesin dalam proses pembongkaran sebelum dirakit dan dioperasikan penuh.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Yanto menjelaskan, penambahan armada ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat kesiapan infrastruktur.
Terutama sejak dimulainya layanan ekspor peti kemas secara langsung (direct call) dari Terminal Kijing.
Kehadiran RTG Hybrid berbasis baterai ini juga menjadi bagian dari langkah modernisasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Dengan tambahan fasilitas tersebut, kapasitas pelayanan terminal diharapkan semakin meningkat seiring bertambahnya aktivitas logistik di Kalimantan Barat," ujar Yanto, Selasa (7/7/2026).
Setelah proses perakitan selesai, kedua alat baru ini akan langsung diuji coba untuk menghadapi lonjakan aktivitas pelayaran terdekat.
Sesuai jadwal, pada Rabu (8/7/2026) besok, Terminal Kijing akan menerima kedatangan dua kapal dari PT Pulau Laut Line.
Dua armada tersebut yakni kapal tongkang BG.MMSS 2711 dengan rute Pasir Gudang–Kijing–ICA–Kijing–Pasir Gudang, serta kapal MV.WGM 256T yang melayani rute Jakarta–Kijing–Jakarta.
Kedatangan kapal-kapal ini menjadi indikator kuat semakin bergairahnya aktivitas distribusi logistik domestik maupun internasional di Kalbar.
Yanto optimistis, keberadaan peralatan modern dan meningkatnya frekuensi kunjungan kapal ini akan mendongkrak produktivitas pelabuhan secara signifikan.
“Pelindo optimistis peralatan modern ini akan memperkuat posisi Terminal Kijing sebagai gerbang ekspor utama di Kalimantan Barat,” pungkasnya.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -
Tags :

Leave a comment