Sekda Amirullah: Keberhasilan Program Kesehatan Diukur dari Dampak, Bukan Besarnya Anggaran

15 Juli 2026 15:18 WIB
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Keberhasilan program kesehatan tidak lagi dinilai dari besarnya anggaran yang digelontorkan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Paradigma tersebut menjadi penekanan Pemerintah Kota Pontianak dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan melalui perencanaan berbasis kinerja.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, saat membuka Pendampingan Performance Improvement Plan (PIP) DAU-Specific Grant Bidang Kesehatan Tahap II Tahun 2026–2027 di Aula A Muis Amin Bapperida Pontianak, Rabu (15/7/2026).

Menurut Amirullah, pendampingan yang melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan World Bank telah memberikan banyak pembelajaran bagi Pemerintah Kota Pontianak.

Berbagai indikator prioritas kesehatan dianalisis secara komprehensif melalui gap analysis, fishbone analysis, dan root cause analysis untuk menemukan akar persoalan sekaligus menyusun strategi penyelesaiannya.

"Hasilnya bukan hanya daftar permasalahan, tetapi sebuah peta jalan yang menjelaskan akar persoalan, faktor penyebab, peluang perbaikan, serta strategi intervensi yang paling efektif," ujarnya.

Memasuki tahap kedua pendampingan, fokus diarahkan pada finalisasi Rencana Peningkatan Kinerja (RPK), penyelarasan dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta memastikan implementasi program berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

Amirullah menjelaskan, skema DAU-Specific Grant mengedepankan prinsip performance-based financing atau pembiayaan berbasis kinerja. Karena itu, pemerintah daerah dituntut tidak hanya mampu menyerap anggaran, tetapi juga menghadirkan hasil yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Ukuran keberhasilan bukanlah besarnya anggaran yang diterima daerah, melainkan besarnya perubahan yang mampu diwujudkan melalui penggunaan anggaran tersebut," tegasnya.

Ia menambahkan, tingginya realisasi anggaran belum tentu mencerminkan keberhasilan apabila tidak menghasilkan peningkatan kualitas layanan kesehatan maupun perbaikan indikator kesehatan masyarakat.

"Bukan karena realisasi anggarannya semakin besar, tetapi dampaknya, outcome-nya, yang kita harapkan dari kegiatan ini," katanya.

Amirullah juga menjelaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan terus berkembang. Jika sebelumnya lebih menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, kini pengukuran dilakukan secara lebih komprehensif melalui berbagai indikator, termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kualitas hidup, dan aspek lingkungan.

Di bidang kesehatan, indikator pun mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih banyak mengacu pada angka kematian ibu dan bayi, kini salah satu ukuran penting adalah usia harapan hidup masyarakat.

Saat ini, kata Amirullah, Kota Pontianak mencatat IPM sekitar 82, yang termasuk kategori tinggi, dengan usia harapan hidup masyarakat mencapai sekitar 76 tahun.

"Artinya, seseorang yang lahir sekarang di Kota Pontianak memiliki harapan hidup hingga sekitar 76 tahun ke depan," ungkapnya.

Ia berharap capaian tersebut terus meningkat melalui perencanaan program kesehatan yang lebih tepat sasaran, berbasis data, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Untuk itu, seluruh peserta diminta memanfaatkan pendampingan secara optimal agar mampu menyusun perencanaan yang berkualitas, mulai dari mengidentifikasi masalah, menganalisis penyebab, menyusun alternatif solusi, merancang rencana aksi, menghitung kebutuhan biaya, hingga menentukan sumber pendanaan.

"Itu cara membuat perencanaan yang benar. Mulai dari identifikasi masalah, cari penyebabnya, siapkan alternatif pemecahan, buat rencana aksi, ukur biaya yang dibutuhkan, lalu tentukan sumber dananya," jelasnya.

Menurut Amirullah, kehadiran para pendamping menjadi nilai tambah karena mampu memperluas perspektif pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan kesehatan.

"Dengan pendampingan, ada hal-hal yang tidak kita ketahui bisa dibantu oleh pendamping. Ilmu kita menjadi lebih luas," tutupnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar