Peringkat Kafilah Pontianak Turun di MTQ Kalbar, Satarudin: LPTQ Harus Evaluasi

11 Agustus 2026 13:25 WIB
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com — Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Kabupaten Kayong Utara.

Permintaan itu disampaikan setelah kafilah Kota Pontianak hanya mampu menempati peringkat ketiga pada MTQ Kalbar tahun ini.

Capaian tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada MTQ tahun lalu, kafilah Kota Pontianak berhasil menduduki peringkat kedua.

“Tim LPTQ Kota Pontianak sudah seharusnya melakukan evaluasi terhadap hasil dari MTQ tingkat Provinsi Kalbar di Kayong Utara. Target kafilah Kota Pontianak di MTQ bisa meraih juara umum. Namun hasil ini justru turun peringkat,” ujar Satarudin, Selasa (11/8/2026).

Pada tahun ini, Kabupaten Kubu Raya keluar sebagai juara umum, disusul Kabupaten Mempawah di posisi kedua. Sementara Kota Pontianak berada di peringkat ketiga.

Menurut Satarudin, evaluasi penting dilakukan agar persiapan menghadapi MTQ tingkat provinsi berikutnya dapat dilakukan lebih matang dan jauh-jauh hari.

Ia berharap pembinaan terhadap para kafilah tidak hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ, tetapi berlangsung secara berkelanjutan.

“Persiapan harus dilakukan jauh hari. Dengan begitu, ketika MTQ tingkat provinsi dilaksanakan, kafilah Kota Pontianak sudah siap dan turun dengan membawa mental juara,” katanya.

Satarudin menilai peluang untuk meningkatkan prestasi masih terbuka. Peserta yang saat ini meraih juara kedua maupun ketiga di setiap kategori perlu mendapat perhatian khusus dalam pembinaan.

Menurut dia, peserta yang menempati peringkat ketiga, terutama yang memiliki selisih nilai tipis dengan juara pertama dan kedua, masih memiliki peluang besar untuk ditingkatkan prestasinya.

“Peluang-peluang yang saat ini hanya meraih juara dua di setiap kategori dapat ditingkatkan latihannya. Begitu juga dengan peraih juara tiga, bila selisih poin tak begitu jauh dengan peraih juara satu dan dua, pembinaannya dapat digenjot,” ujarnya.

Ia juga meminta LPTQ memperkuat sistem pembinaan, mengingat proses seleksi kafilah Kota Pontianak telah dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota.

Peserta yang meraih juara pertama di tingkat Kota Pontianak kemudian berhak memperkuat kafilah untuk berlaga pada MTQ tingkat Provinsi Kalbar.

Karena seluruh tahapan seleksi tersebut telah dilakukan, Satarudin menilai evaluasi harus dilakukan secara rinci untuk mengetahui penyebab turunnya prestasi kafilah Pontianak.

“Kalau persoalannya anggaran, ini bisa didiskusikan ketika pengajuan program. Jika persoalannya ada di SDM, sudah semestinya dilakukan peningkatan,” katanya.

Begitu pula jika persoalannya berkaitan dengan mental peserta. Menurut Satarudin, LPTQ memiliki peran penting dalam meningkatkan kepercayaan diri para kafilah agar mampu tampil maksimal saat perlombaan.

Ia berharap perbaikan pembinaan dapat mengembalikan Kota Pontianak ke posisi juara umum MTQ tingkat provinsi.

“Ketika Kota Pontianak ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi, saya ingin Kota Pontianak mesti meraih juara umum. Tradisi ini harus kita kembalikan,” tegas Satarudin.(Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar