ISPA Meningkat, WALHI Kalbar Desak Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan Gratis

16 September 2026 14:06 WIB
Foto landscape suasana kabut asapa di bundaran Tugu Digulis Pontianak. (Insidepontianak.com/Greg)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Barat meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Desakan ini menyusul lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam beberapa waktu belakangan. Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan mencatat, per 3 September 2026, ditemukan 643 kasus ISPA harian di Kalbar.

Data itu merinci penderita laki-laki mencapai 343 orang dan perempuan 300 orang. Sementara pada kelompok bayi dan balita, tercatat ada 178 kasus.

Kubu Raya pun mencatatkan angka tertinggi mencapai 30 kasus per hari, disusul Landak 28 kasus, dan Sambas 19 kasus.

Situasi ini menunjukkan dampak karhutla telah mengancam keselamatan jiwa. Pemerintah pun perlu bergerak cepat memastikan layanan kesehatan mudah diakses.

"Pemerintah harus memperkuat fasilitas dan layanan bagi warga terdampak," desak Direktur Eksekutif WALHI Kalbar, Sri Hartini, Rabu (16/9/2026).

Menurut Sri, angka ISPA yang tercatat di SKDR belum tentu menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Jumlah penderita berpotensi jauh lebih tinggi. Sebab, banyak warga tidak memeriksakan diri akibat keterbatasan akses layanan kesehatan.

Karena itu, ia menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh hanya berhenti pada aksi memadamkan api. Dampaknya terhadap keselamatan warga juga wajib ditangani secara serius.

"Jangan hanya memadamkan api, tetapi selamatkan manusianya," tegas Sri.

Selanjutnya, WALHI Kalbar mendesak pemerintah segera menyediakan air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan serta mempercepat operasi modifikasi cuaca.***


Penulis : Greg
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar