Pupuk Kaltim Perkuat Pendampingan Agrosolution Lewat Pemupukan Padi di Pojokrejo Jombang

16 September 2026 05:35 WIB
Pendamping pemupukan diberikan kepada petani. (Istimewa)

SURABAYA, insidepontianak.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus meningkatkan pendampingan petani melalui Program Agrosolution, sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian. 

Pendampingan kali ini dilaksanakan melalui pemupukan tanaman padi di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026).

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, mengungkapkan pemupukan menjadi salah satu tahapan penting pada pendampingan Agrosolution.

Tujuannya, mendorong penerapan praktik budidaya dan pemupukan tepat sesuai kebutuhan tanaman. Melalui program itu, petani dapat memperoleh hasil optimal dengan penggunaan input yang lebih efisien.

"Dukungan bagi petani tidak cukup hanya di tahap budidaya, tapi perlu dilakukan berkesinambungan agar penerapan pengetahuan praktik pertanian dapat terus dipantau serta dikembangkan," ucap Maslani. 

Pola pemupukan menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Pendampingan yang diberikan pun tidak sekedar memperhatikan jumlah pupuk yang diberikan, tapi juga bagaimana pupuk diaplikasikan sesuai kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Maka melalui Agrosolution, Pupuk Kaltim membangun pendekatan pendampingan yang lebih menyeluruh. Petani didorong memahami kebutuhan tanaman, kondisi lahan, serta tahapan budidaya sehingga penggunaan pupuk dapat dilakukan dengan lebih efektif.

"Yang ingin kami bangun adalah pemahaman bahwa pemupukan harus dilakukan secara tepat, mulai dari dosis hingga cara aplikasi. Jadi pupuk yang digunakan dapat memberikan hasil secara optimal dan biaya yang dikeluarkan petani juga lebih efisien,” jelas Maslani.

Pupuk Kaltim juga mendorong Agrosolution tidak berhenti pada peningkatan produktivitas, tapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan demikian, peningkatan hasil panen dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lahan secara bertanggung jawab.

Begitu pula kolaborasi bersama pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat perusahaan untuk memastikan pendampingan  memberi manfaat nyata bagi petani. 

“Ukuran keberhasilan Agrosolution bukan hanya hasil panen dalam satu musim. Kami ingin melihat adanya peningkatan kemampuan petani dalam mengelola usaha tani, penggunaan sarana produksi yang semakin efisien, hingga praktik budidaya yang dapat dipertahankan secara berkelanjutan,” tambah Maslani.

Komisaris Pupuk Kaltim, Azis Samual, menambahkan, kesinambungan program Agrosolution sangat penting dalam mendukung pertanian produktif dan berkelanjutan. 

Menurutnya, Kabupaten Jombang merupakan salah satu wilayah dengan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, sehingga perlu diperkuat melalui sinergi berbagai pihak.

Adapun kegiatan pemupukan dalam Program Agrosolution ini merupakan bentuk konkret perhatian Pupuk Kaltim terhadap petani, sekaligus memberi ruang untuk memahami serta menerapkan praktik pemupukan dengan lebih berimbang.

“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Kita juga perlu memastikan bagaimana produktivitas lahan dan tanaman dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Sasaran inilah yang terangkum dalam Agrosolution,” ungkap Azis.

Ia juga menekankan pentingnya pemupukan yang tepat dalam menjaga produktivitas sekaligus kesuburan tanah. Sebab, penggunaan pupuk secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan inefisiensi.

Untuk itu, edukasi dan pendampingan bagi petani menjadi salah satu upaya perusahaan disamping penyediaan produk berkualitas.

“Pemupukan berimbang menjadi bagian penting, agar unsur hara yang diberikan dapat diserap tanaman secara optimal. Oleh karena itu perlu pendampingan untuk menjaga daya dukung lahan secara berkelanjutan,” terang Azis.

Ia berharap program Agrosolution di Desa Pojokrejo memberi hasil positif, sehingga dapat terus dikembangkan petani di Kabupaten Jombang.

Hal ini melihat produktivitas hasil pertanian pada program agrosolution sebelumnya, meningkat dari 7 ton per hektare menjadi 8,5 ton per hectare.

"Program ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, agar para petani kita makin mandiri dan sejahtera, serta diikuti ketahanan pangan yang terjaga," kata Azis.

Mewakili Pemerintah Daerah, Asisten III Setdakab Jombang, Syaiful Anwar, menyambut positif kesinambungan pendampingan Agrosolution Pupuk Kaltim bagi petani di wilayahnya. 

Dikatakan Syaiful, keterlibatan dunia usaha dalam mendukung sektor pertanian merupakan bentuk kolaborasi yang penting, guna memperkuat program pemerintah dalam menjaga produktivitas pangan.

Kesinambungan pendampingan menjadi nilai tambah Agrosolution, sehingga berbagai persoalan yang muncul selama proses budidaya dapat lebih cepat diidentifikasi dan mendapatkan solusi. 

"Untuk itu, kami harap kolaborasi ini dapat terus diperluas Pupuk Kaltim, agar semakin banyak petani di Jombang yang mendapatkan manfaat,” tutur Syaiful.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar