Peringati HUT ke-255 Pontianak, Heri Mustamin Harap Pemkot Serius Benahi Drainase
PONTIANAK, insidepontianak.com – Kota Pontianak merayakan hari jadi ke-255, Jumat (23/10/2026). Bertambahnya usia tersebut belum membuat seluruh persoalan perkotaan tuntas.
Di balik kemajuan pembangunan, sederet pekerjaan rumah masih menanti penyelesaian. Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar, Heri Mustamin menilai, pemerintah kota perlu lebih serius membenahi sistem drainase perkotaan.
Sebab, parit-parit yang menjadi saluran utama justru kian tersumbat dan berpotensi memperparah genangan hingga banjir ketiga hujan deras mengguyur kota.
“Kalau boleh saya otokritik sedikit, sejak pemerintahan setelah Pak Sutarmidji, masih ada beberapa hal yang belum selesai. Pertama, berkaitan dengan parit-parit,” lanjutnya.
Legislator dapil Kota Pontianak itu mengungkapkan, persoalan normalisasi parit sudah berulang kali disuarakannya. Namun, hingga kini progres normalisasi saluran induk masih berjalan lambat.
“Pergerakan itu kayaknya masih lamban. Hampir semua parit yang dulu menjadi induk drainase tidak dinormalisasi, bahkan semakin hari justru semakin tersumbat,” ujarnya.
Heri mengingatkan, persoalan drainase tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan biasa. Kondisi geografis Pontianak yang relatif rendah membuat kota ini sangat rentan terhadap genangan.
Risiko tersebut makin besar ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan meluapnya debit air hulu dan pasang air laut. Jika ketiga kondisi itu terjadi bersamaan, air berpotensi meluap ke permukiman warga.
“Kalau parit tidak normal dan drainase diabaikan, pasti terjadi genangan. Jika air dari hulu bertemu air pasang laut di tengah, kita bisa kebanjiran,” tegasnya.
Menurut Heri, ancaman tersebut perlu menjadi perhatian serius. Ia meminta pemko menjadikan pembenahan drainase sebagai agenda prioritas, bukan sekadar respons saat banjir sudah meluas.
Di samping itu, ia juga menyoroti persoalan kemacetan yang butuh solusi jangka panjang serta akses air bersih yang harus jadi perhatian pemkot.
Heri mengakui Pontianak telah mengalami banyak kemajuan di bawah kepemimpinan Sutarmidji hingga Wali Kota Edi Rusdi Kamtono. Namun, apresiasi tersebut tak berarti menutup mata dari persoalan riil warga.
Momentum hari jadi kota, kata Heri, harus menjadi kesempatan mengevaluasi pekerjaan rumah yang tersisa sekaligus merawat sejarah berdirinya kota serta menghargai pendirinya, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.
“Jangan sampai kita melupakan sejarah Kota Pontianak. Masa lalu itu harus dijadikan pijakan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap kritik dan saran masyarakat tidak dianggap sebagai permusuhan, melainkan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kalau hari ini masih ada yang mau mengkritik, saya pikir itu untuk kemajuan Kota Pontianak. Mari kita bersama-sama bersatu, maju bersama, serta menjaga ketertiban dan keamanan kota,” pungkasnya.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment