LPG Subsidi Masih Langka di Kapuas Hulu, Bupati Fransiskus Minta Pangkalan Nakal Ditindak

6 Januari 2026 07:13 WIB
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan. (Insidepontianak.com/Teofilusianto Timotius)

KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Kapuas Hulu masih sulit dicari. Kelangkaan tak kunjung reda. Harga melambung.

Di tingkat pengecer, gas melon dijual Rp45 ribu hingga Rp60 ribu per tabung. Jauh dari harga eceran tertinggi. Warga menjerit. Subsidi negara jadi percuma.

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, geram. Masalah kelangkaan terjadi sejak Natal hingga Tahun Baru. Hingga kini, distribusi belum juga normal. Masyarakat terus menjadi korban.

“Kelangkaan ini merata. Agen dan pangkalan harus diawasi ketat,” desak Fransiskus, Senin (5/1/2026).

Ia meminta Pertamina tak hanya menunggu laporan. Harus turun ke lapangan. Melihat langsung kondisi di bawah. Menyusun kebijakan berbasis fakta. Agar gas subsidi tepat sasaran.

“Ini kebutuhan dasar masyarakat. Jangan dibiarkan langka berlarut-larut,” ucapnya.

Fransiskus menyebut, Pemkab Kapuas Hulu sudah menyurati Pertamina. Permintaan penambahan kuota telah disetujui. Namun, persoalan kelangkaan masih juga terjadi.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya. Jika kuota cukup, di mana masalahnya? Ia menduga ada permainan di tingkat distribusi. Praktik yang melanggar ketentuan. Menyimpang dari tujuan subsidi.

“Itu yang harus dicek di lapangan. Kalau ada pangkalan nakal, saya minta ditindak tegas,” ujarnya.***


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar