Warga Putussibau Berburu Pertalite ke SPBU, Harga di Kios Capai Rp25 Ribu per Liter

18 Februari 2026 14:41 WIB
Caption: Antrean panjang di SPBU Putussibau, Rabu (18/02/2026). (Insidepontianak/Teofilusianto Timotius).

KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Warga Kota Putussibau dan sekitarnya berburu bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite, antrean panjang pun terjadi di sejumlah SPBU, sementara harga pertalite di kios pengecer masih sulit didapatkan, jika pun ada harganya bervariasi dari Rp18 ribu hingga Rp25 ribu per liter. 

Salah satu warga Putussibau, Saidullah menuturkan ia rela mengantre sejak pukul 05.30 WIB, sudah stanby dengan sepeda motornya, namun panjang antrean membuatnya menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan minyak di SPBU dengan harga terjangkau. 

"Saat saya datang, antrean sudah panjang, bahkan sejak semalam sudah ada terparkir sejumlah kendaraan roda empat. 

"Kita masyarakat umum hari ini memang dapat minyak di SPBU, tapi harus antre panjang," kata Saidullah, kepada Insidepontianak, di lokasi antrean, di salah satu SPBU di Kota Putussibau, Rabu (18/02/2026). 

Ia mengaku rela mengantre karena memang tidak sanggup membeli di kios pengecer dengan harga Rp25 ribu per liter. 

"Kemarin sore masih Rp18 ribu per liter, begitu malam harga sudah mencapai Rp25 ribu per liter, luar biasa Pak dalam hitungan beberapa jam saja harganya naik," tutur Saidullah. 

Di tempat terpisah, Raden warga Kedamin Putussibau Selatan mengaku sempat berseret motor sepulang kerja, karena pertalite langka. 

Pria berprofesi sebagai buruh bangunan ini pun menuturkan kesedihannya ketika diperjalanan kehabisan minyak sepeda motor yang dikendarainya. 

"Kalau pun mahal tidak masalah, kita tetap beli, sepanjang minyak itu ada, tetapi masalahnya minyak itu sempat tidak ada di jual di kios pengecer," ucap Raden. 

Raden berharap Pemda dan aparat penegakkan hukum segera menertibkan kios-kios BBM yang memanfaatkan keterlambatan pasokan BBM dengan menaikan harga pertalite sesuka hati. 

"Kalau memang Pemda tegas kios yang tak berizin itu ditertibkan," kesalnya. 

Sementara itu, menyikapi kelangkaan dan mahalnya BBM subsidi jenis pertalite Bupati Kapuas Hulu mengeluarkan pengumuman resmi melalui pamflet media sosial terkait penertiban antrean BBM dalam rangka menjaga ketertiban, pemerataan dan ketersediaan BBM bagi masyarakat. 

Pamflet tersebut bertuliskan, bahwa Pemda bersama aparat penegak hukum akan melakukan penindakan tegas terhadap pengantre BBM menggunakan jerigen tanpa izin resmi, tangki bodong atau modifikasi serta penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. 

Bupati Fransiskus melalui pengumuman resminya itu mengimbau masyarakat membeli pertalite sesuai ketentuan, tidak melakukan penimbunan dan tidak menggunakan kendaraan atau wadah yang tidak sesuai aturan.(*) 


Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar