Polisi Berjaga di APMS dan SPBU, Awasi Penyaluran BBM di Putussibau
KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi khususnya pertalite dan solar memicu antrean panjang di APMS dan SPBU di wilayah Kapuas Hulu, khususnya di Kota Putussibau.
Jajaran kepolisian turun tangan, mengawasi langsung proses penyaluran BBM untuk masyarakat yang sedang kesulitan mendapatkan minyak tersebut.
Kapolsek Putussibau Utara, AKP Jauhari menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan pengamanan difokuskan pada dua titik vital penyaluran BBM, yakni APMS PT. Gelora Kapuas di Jalan Komyos Sudarso serta APMS PT. Kedamin Maju Mandiri II di Jalan Lintas Utara, Desa Pala Pulau.
Menurutnya, antrean panjang yang terjadi belakangan ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok BBM akibat musim kemarau.
Surutnya debit air sungai menyebabkan jalur distribusi BBM dari Depot Pertamina Sintang melalui jalur sungai tidak dapat dilalui.
"Karena kondisi sungai surut, pengambilan BBM tidak bisa dilakukan dari Depot Sintang dan harus dialihkan langsung ke Depot Pertamina Pontianak. Hal ini membuat waktu tempuh armada tangki menjadi jauh lebih lama," kata AKP Jauhari, di Putussibau, Rabu (18/02/2026).
Jauhari mengatakan perjalanan armada tangki dari Pontianak hingga tiba di APMS Putussibau Utara memerlukan waktu lebih dari 24 jam.
Kondisi ini berdampak pada keterlambatan pasokan dan kekosongan stok di tingkat pengecer, sehingga masyarakat cenderung langsung melakukan pengisian di APMS/SPBU.
Menyikapi situasi tersebut, pihaknya turun langsung melakukan monitoring dan pengawasan serta memastikan keamanan dan ketertiban selama proses penyaluran BBM berlangsung.
Kehadiran personel kepolisian bertujuan untuk mencegah gangguan Kamtibmas serta mengantisipasi praktik kecurangan.
"Kami tegaskan tidak boleh ada penimbunan BBM, penggunaan jerigen tanpa izin, maupun penggunaan tangki siluman atau tangki modifikasi yang dapat merugikan masyarakat luas," ucap Jauhari.
Selain itu, untuk mencegah panic buying dan memastikan pemerataan distribusi BBM, pihak kepolisian mendukung kebijakan manajemen APMS yang memberlakukan pembatasan pembelian.
"Saat ini diterapkan sistem penjatahan agar BBM dapat terbagi secara merata. Untuk kendaraan roda empat, pembelian dibatasi maksimal 40 liter," katanya.
Disisi lain, demi menjaga keselamatan pengemudi armada tangki, pihak transportir juga menerapkan sistem estafet armada di Sintang guna meminimalisir kelelahan sopir dalam menempuh perjalanan jauh dari Pontianak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, meskipun sempat terjadi kepadatan antrean saat APMS baru dibuka pada pagi hari, situasi di wilayah hukum Polsek Putussibau Utara secara umum terpantau aman, lancar, dan kondusif.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tertib saat mengantre. Stok BBM tersedia, hanya saja waktu kedatangannya memang lebih lama dari biasanya. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," pungkasnya. (*)
Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : Wati Susilawati
Tags :

Leave a comment