Sampah Plastik Cemari Wisata Danau Sebedang Sambas

4 Februari 2026 13:07 WIB
Sampah plastik mengotori Danau Sebedang, Rabu (4/2/2026). (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Tumpukan sampah plastik mengambang di permukaan air Danau Sebedang, Kabupaten Sambas.

Kondisi ini membuat kawasan wisata itu terlihat kotor dan kumuh. Keindahan danau rusak. Kualitas air terancam tercemar.

Sampah diduga dibuang sembarangan oleh oknum pengunjung. Perilaku buruk itu menunjukkan kesadaran menjaga lingkungan masih rendah.

“Kondisi ini sangat disayangkan terjadi,” sesal Ketua Pokdarwis Paggong Sebedang, Ardy Sanjaya, Selasa (4/2/2026).

Pokdarwis bersama pemerintah desa, BPD, PKK, mahasiswa, dan pelajar telah beberapa kali melakukan kegiatan pembersihan kawasan danau. Namun, sampah kembali menumpuk. Bahkan ditemukan berserak di beberpa titik.

“Ini terjadi karena rendahnya kesadaran pengunjung dan kurangnya fasilitas pendukung kebersihan,” ujarnya.

Karena itu, ia mendesak penanganan sampah tersebut segera dilakukan dinas terkait. Perumda Tirta Muare Ulakan juga diharap ikut berperan dalam pengelolaan kebersihan kawasan danau.

Menurutnya, fasilitas tempat sampah masih kurang. Penambahan tong sampah perlu dilakukan. Pengamanan fasilitas juga harus diperhatikan agar tidak dicuri.

“Tong sampah pernah tersedia, tetapi sekarang sudah hilang,” katanya.

Selain itu, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) diminta memasang plang imbauan menjaga kebersihan serta penunjuk arah lokasi bak sampah di kawasan wisata.

“Fasilitas ini penting agar pengunjung lebih peduli dan kelestarian Danau Sebedang tetap terjaga,” ucapnya.

Ardy juga menilai pemasangan tali apung di perairan danau sangat diperlukan. Fasilitas tersebut dapat menahan sampah agar tidak hanyut ke tengah danau, terutama di lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul pengunjung pada malam hari.

Ia menyebut kawasan Kuburan Sepuk Tanjung menjadi salah satu titik rawan penumpukan sampah. Pengawasan di lokasi tersebut dinilai masih lemah dan perlu diperketat.


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar