Pemkab Sambas Bidik Pasar Malaysia, KEK Temajuk Disiapkan Jadi Senjata Baru Ekonomi Perbatasan
SAMBAS, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Sambas bidik pasar Malaysia dalam pertempuran dengan Ministry of Food Industry, Commodity and Regional Development (M-FICORD) Sarawak.
Bupati Satono mengatakan, pertemuan itu menyoroti potensi besar Kabupaten Sambas sebagai daerah agraris dan maritim. Satono memaparkan sejumlah komoditas unggulan seperti padi, jeruk, buah naga, lada, serta hasil perikanan yang dinilai siap bersaing di pasar regional. Data pemerintah daerah mencatat luas tanam padi mencapai 68.422 hektare dengan produksi lebih dari 205 ribu ton gabah per tahun.
"Posisi Sambas strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia. Kami ingin kerja sama ini menghasilkan transfer teknologi, peningkatan nilai tambah komoditas, serta investasi nyata bagi masyarakat,” katanya, Kamis (19/2/2026).
Bupati Satono juga mengungkapkan rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus di Temajuk. Kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu diproyeksikan menjadi gerbang perdagangan baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi kawasan utara Kalimantan Barat.
Jika terealisasi, KEK Temajuk akan berperan sebagai pusat hilirisasi komoditas lokal artinya hasil pertanian dan perikanan tidak lagi dijual mentah, tetapi diolah lebih dulu untuk meningkatkan nilai jual. Skema ini dinilai krusial agar petani dan nelayan tidak terus bergantung pada harga pasar mentah yang fluktuatif.
Selain itu kata dia, keberadaan KEK juga berpotensi membuka arus investasi industri, logistik, hingga pariwisata perbatasan. Kedekatan geografis dengan wilayah Sarawak membuat Temajuk dipandang strategis sebagai simpul perdagangan lintas negara.
"KEK Temajuk akan menjadi gerbang perdagangan baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment