Di Tengah isu Perang, Bupati Satono dan Konjen RI Kuching Bahas Geopolitik hingga Peluang Ekspor Aruk

2 Maret 2026 13:47 WIB
Bupati Sambas Satono menerima kunjungan kerja Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Kuching, Abdullah Zulkifli, di Rumah Dinas Bupati Sambas, Minggu (1/3/2026).

SAMBAS, insidepontianak.com – Bupati Sambas Satono menerima kunjungan kerja Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Kuching, Abdullah Zulkifli, di Rumah Dinas Bupati Sambas, Minggu (1/3/2026).

Bupati Satono menyinggung eskalasi konflik internasional antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu kekhawatiran global. Ia menegaskan, sebagai daerah perbatasan, Kabupaten Sambas harus peka terhadap dinamika geopolitik yang berpotensi berdampak langsung pada ekonomi nasional.

“Iran adalah salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu, harga minyak dunia akan melonjak dan berdampak pada Indonesia,” ujarnya.

Satono menekankan pentingnya kemandirian nasional, terutama pada sektor pangan dan energi. Menurutnya, daerah perbatasan seperti Sambas harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal sebagai langkah mitigasi menghadapi gejolak global.

Sementara itu, Abdullah Zulkifli menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Sambas. Ia mengakui situasi global saat ini turut berdampak pada mobilitas warga negara Indonesia, termasuk puluhan ribu jemaah umrah yang terdampak pembatasan akses akibat konflik di Timur Tengah.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan memastikan perlindungan WNI menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, KJRI Kuching memiliki peran strategis sebagai penghubung Indonesia–Malaysia, khususnya Sarawak, dalam perlindungan WNI dan penguatan kerja sama ekonomi lintas batas.

Dalam pertemuan itu, KJRI mendorong peningkatan ekspor melalui PLBN Aruk serta membuka peluang perdagangan langsung antara Sambas dan Sarawak. Pembukaan akses perbatasan baru di Temajuk, Kecamatan Paloh, juga menjadi pembahasan strategis.

"Sambas wilayah yang aman dan masyarakatnya toleran, sehingga berpotensi menjadi simpul perdagangan sekaligus diplomasi ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, " pungkasnya.

Kunjungan silaturahmi dalam suasana Ramadan itu dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur Forkopimda, DPRD, TNI-Polri, instansi vertikal, pimpinan perbankan, tokoh agama, hingga para kepala desa. Agenda ditutup dengan buka puasa bersama dan salat berjamaah di Masjid Jami’ Muhammad Tsafiuddin II. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar