Karhutla Sambas Capai 1.954 Hektare, Ancam Pertanian dan Kesehatan Warga

6 Mei 2026 12:56 WIB
Karhutla di Desa Tanah Hitam Kecamatan Paloh akibat cuaca panas ekstrem terpantau Rabu (06/05/2026)

SAMBAS, insidepontianak.com - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas terus menunjukkan tren peningkatan. 

Berdasarkan data SiPongi periode Januari hingga April 2026, total area terdampak telah mencapai 1.954,96 hektare yang tersebar di 14 kecamatan. Angka ini setara dengan 39 persen dari total luas karhutla sepanjang tahun 2025.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yudi ,menegaskan bahwa, dampak karhutla tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat dan sektor pertanian.

“Karhutla ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, namun juga pada sektor pertanian. Kita tahu Kabupaten Sambas merupakan lumbung padi Kalimantan Barat, sehingga gangguan terhadap lahan pertanian akan berdampak langsung pada ketahanan pangan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026). 

Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat di tingkat kecamatan dan desa. 

"Upaya pencegahan harus difokuskan pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran, " katanya. 

Sementara itu, Kepala Pusdatin Badan Lingkungan Hidup, Hari Wibowo, mengingatkan bahwa karakteristik wilayah Sambas yang didominasi lahan gambut menjadi faktor kerentanan utama terhadap karhutla.

“Kabupaten Sambas memiliki area gambut yang sangat luas. Ini menjadi perhatian serius bagaimana pola pencegahan dan strategi pemadaman harus disiapkan secara matang,” jelasnya.

Ia menambahkan, ancaman karhutla diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Mengacu pada proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta para ahli klimatologi, puncak intensitas fenomena El Niño diprediksi terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

"Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan ekstrem yang dapat memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan, termasuk di wilayah Kabupaten Sambas, " ungkapnya. 

"Pemerintah daerah  diharapkan segera memperkuat langkah mitigasi, mulai dari patroli rutin, edukasi masyarakat, hingga kesiapan sarana dan prasarana pemadaman guna menekan potensi karhutla yang lebih luas, " pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar