Angka Anak Putus Sekolah di Sanggau Capai Tiga Ribu, Ini Penyebabnya
SANGGAU, insidepontianak.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau mencatat angka putus sekolah masih berada di level mengkhawatirkan.
Kepala Disdikbud Sanggau, Alipius, menyebut penyebabnya beragam. Mulai dari rendahnya minat sekolah, jarak tempuh yang jauh dari tempat tinggal, hingga faktor pernikahan dan ekonomi.
“Angka putus sekolah kita sampai 2026 ini masih di atas tiga ribu,” ujar Alipius.
Ia menjelaskan, angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jenjang pendidikan. Namun, kasus terbanyak terjadi pada jenjang SMA.
Menurut Alipius, kondisi geografis menjadi salah satu faktor penentu. Sekolah menengah atas umumnya berada di ibu kota kecamatan, sementara siswa tersebar di wilayah pedesaan.
“Yang paling banyak putus sekolah itu jenjang SMA. Lokasinya di pusat kecamatan, sementara pelajar kita banyak yang tinggal di desa,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sanggau, lanjut Alipius, telah melakukan berbagai intervensi untuk menekan angka putus sekolah. Bagi anak yang masih berada pada usia sekolah, upaya dilakukan agar mereka kembali ke pendidikan formal.
Sementara bagi yang sudah melewati usia sekolah, diarahkan ke jalur pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Mereka kita arahkan ikut Paket A, B, atau C,” ujarnya.
Namun, ia mengakui tidak semua kasus mudah ditangani. Jika faktor ekonomi menjadi penyebab, pendekatan masih memungkinkan. Tantangan terbesar justru datang dari anak-anak yang sudah kehilangan motivasi belajar.
“Kalau karena ekonomi relatif lebih mudah. Yang sulit itu kalau memang dari anaknya sudah tidak mau sekolah,” pungkasnya.***
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment