Akibat Korsleting Listrik, Dua Ruko di Bonti Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp800 Juta
SANGGAU, insidepontianak.com -- Penyebab kebakaran yang melanda dua unut rumah toko (Ruko) di Dusun Bahta, Desa Bahta, Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau pada Minggu (8/2/2026) diduga dipicu oleh korsleting listrik.
“Kami menduga api dipicu oleh hubungan arus pendek listrik yang kemudian menimbulkan percikan dan menyambar material yang mudah terbakar,” ujar Kapolsek Bonti, Iptu Erpan Yudi Asmara kepada insidepontianak.com, Senin (9/2/2026).
Menurut keterangan saksi api pertama kali muncul dari bawah lantai ruko. Dalam hitungan menit, kebakaran semakin membesar dan menghanguskan dua unit Ruko yang difungsikan untuk toko sembako dan pangkas rambut tersebut.
Warga setempat, berupaya memadamkan kebakaran. Namun, dikarenakan peralatan yang kurang memadai, api sulit dikendalikan dan proses pemadaman makanan waktu yang lama.
"Masyarakat bergotong royong mengerahkan mesin pompa air atau mesin Robin untuk menyedot air dari sungai terdekat sebagai sumber pemadaman darurat," kata Iptu Erpan.
Api baru bisa dijinakan setelah proses pemadam lebih dari dua jam. Bangunan mengalami kerusakan berat, untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kerugian materil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp800 juta. Dua ruko beserta sebagian besar isinya tidak dapat diselamatkan, meninggalkan puing-puing yang menjadi saksi ganasnya amukan api pada pagi itu.
Ia menambahkan, faktor keberadaan Pertalite dan tabung gas LPG di dalam ruko turut mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut membuat kobaran sulit dikendalikan pada fase awal kebakaran.
Sebagai langkah lanjutan, Polsek Bonti akan meningkatkan koordinasi dengan perangkat desa dan melalui Bhabinkamtibmas memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran.
Kapolsek juga mengimbau warga agar lebih waspada terhadap instalasi listrik dan menggunakan tenaga profesional saat melakukan penambahan jaringan.
“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Pastikan instalasi listrik sesuai standar dan libatkan pihak berkompeten seperti PLN. Kami juga mendorong adanya edukasi berkelanjutan agar masyarakat memahami risiko kebakaran sejak dini,” tutup Iptu Erpan. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment