Harga Barang Naik, DPRD Sanggau Minta Aparat Awasi Rantai Distribusi BBM Subsidi

25 Juni 2026 12:26 WIB
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Bambang. (Istimewa)

SANGGAU, insidepontianak.com – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Bambang mendesak intervensi cepat pemerintah menyusul lonjakan harga barang dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan ini dinilai tidak hanya mencekik komoditas sembako. Harga bahan bangunan hingga kebutuhan industri juga ikut merangkak naik di pasaran.

"Kondisi ini tentu memperburuk kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena daya beli ikut turun," katanya, Kamis (25/6/2026).

Bambang menilai gejolak ekonomi ini dipicu oleh dua faktor. Pertama, mahalnya biaya produksi pangan akibat harga pupuk yang tinggi. Kedua bengkaknya ongkos distribusi logistik karena BBM subsidi kerap langka.

Terlebih, mayoritas stok bahan pokok di Kabupaten Sanggau masih bergantung pada pasokan luar daerah. Praktis, biaya transportasi menjadi penentu harga di tingkat konsumen.

Guna mencegah gejolak harga yang ugal-ugalan, Hendrikus meminta pemerintah perketat pengawasan distribusi barang dan menjamin ketersediaan BBM bersubsidi jenis solar bagi angkutan logistik.

"Sebab, sekarang ini, sopir angkutan barang mengeluhkan solar yang harusnya Rp6.800 per liter bisa mencapai Rp17 ribu. Ini membuat biaya distribusi membengkak," ungkapnya.

Hendrikus juga meminta kekacauan distribusi BBM ini diusut tuntas. Karena dampaknya langsung menghantam stabilitas harga isi dapur masyarakat.

"Kalau biaya distribusi naik, harga barang juga ikut naik. Karena itu pengawasan terhadap distribusi BBM perlu diperkuat agar tidak semakin membebani masyarakat," tegasnya.***


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar