PLN Edukasi Warga Bengkawan Bengkayang Perkuat Budaya Keselamatan Ketenagalistrikan

4 Juni 2026 13:35 WIB
Warga Desa Bengkawan bengkayang antusias mengikuti sosialisasi edukasi penggunaan listrik yang aman. (Istimewa)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Masuknya listrik ke wilayah perdesaan harus diiringi dengan pemahaman masyarakat tentang cara menggunakannya secara tepat dan aman.

Karena itu, PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bengkayang menggelar edukasi keselamatan ketenagalistrikan bagi masyarakat di Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, pada Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut digelar di Kantor Desa. Menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap Program Listrik Desa.

Lewat program edukasi tersebut, PLN mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat agar menggunakan listrik secara aman dan bertanggung jawab.

Sosialisasi edukasi itupun antusias diikuti masyarakat. Sebanyak 46 peserta hadir. Mereka terdiri dari perangkat desa dan warga setempat.

Materi yang disampaikan meliputi potensi bahaya listrik, jarak aman dari jaringan, penggunaan instalasi sesuai standar, hingga pentingnya menjaga vegetasi di sekitar jaringan listrik.

Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, mengatakan keselamatan ketenagalistrikan menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan listrik yang andal dan bermanfaat.

Menurutnya, meningkatnya akses listrik harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat tentang cara menggunakan listrik secara aman.

“Lewat kegiatan edukasi ini, PLN ingin memastikan masyarakat memahami cara memanfaatkan listrik dengan aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Made menegaskan, edukasi keselamatan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhati-hati di sekitar jaringan listrik dan segera melaporkan potensi bahaya maupun gangguan kelistrikan,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, tidak menanam pohon atau mendirikan bangunan yang berpotensi mengganggu jaringan, serta menggunakan instalasi listrik yang sesuai standar.

Di kesempatan edukasu itu, Made turut mengajak masyarakat supaya memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk mengakses berbagai layanan kelistrikan.

Mulai dari pengajuan pasang baru, tambah daya, hingga pelaporan gangguan dapat dilakukan secara mudah, cepat, dan transparan.

Menurutnya, layanan digital tersebut juga membantu masyarakat terhindar dari praktik percaloan maupun pihak yang mengatasnamakan PLN.

Selain itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga aset dan jaringan listrik yang telah dibangun karena keandalannya menjadi tanggung jawab bersama.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan edukasi keselamatan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan listri yang andal dan berkelanjutan.

“Karena itu, perluasan akses listrik harus diiringi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap budaya keselamatan ketenagalistrikan,” jelasnya.

Melalui pembangunan infrastruktur yang dibarengi edukasi, PLN berharap Program Listrik Desa terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan wilayah perdesaan di Kalimantan Barat.

Kepala Desa Bengkawan, Julianus, menyampaikan apresiasi kepada PLN yang tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran listrik telah membantu berbagai aktivitas warga, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pendidikan, hingga usaha masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Melalui sosialisasi ini, masyarakat menjadi lebih paham cara menggunakan listrik dengan aman,” ujarnya.

 


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo/biz
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar