Tagihan Listrik Berubah? Begini Cara Hitung dan Tips Hemat dari PLN

1 Juni 2026 14:54 WIB
Ilustrasi - Tagihan listrik dapat dipantau lewat aplikasi PLN Mobile. (Istimewa)

JAKARTA, insidepontianak.com – PT PLN (Persero) mengajak masyarakat untuk lebih jeli memahami pola konsumsi energi. Pemahaman ini penting agar pelanggan bisa mengelola penggunaan listrik secara bijak, efisien, dan ramah kantong.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa tarif listrik rumah tangga sebenarnya tidak mengalami perubahan sejak Juli 2022.

"Jika ada perbedaan jumlah pembayaran, itu umumnya dipicu perubahan pola pemakaian alat elektronik di rumah atau komponen biaya di masing-masing wilayah," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Agar tidak bingung, ada dua cara cerdas yang bisa digunakan untuk memahami hitungan komponen listrik Anda.

Pertama, bagi pelanggan sistem pascabayar, total tagihan murni dihitung dari jumlah pemakaian energi sebulan, lalu ditambah Pajak Penerangan Jalan daerah, meterai, dan PPN golongan tertentu.

Kedua, bagi pelanggan sistem prabayar atau token, nominal uang yang dibeli tidak langsung seluruhnya berubah jadi listrik.

Artinya, ada potongan awal untuk membayar Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sesuai aturan pemda setempat, baru sisa saldonya dikonversi menjadi kWh.

Sebagai ilustrasi, jika Anda membeli token Rp200.000 di Jakarta dengan aturan pajak daerah 2,4 persen, uang bersih yang dikonversi ke listrik adalah Rp195.200. Dengan tarif Rp1.444,70 per kWh, Anda otomatis mendapatkan sekitar 135 kWh.

Kontrol Lewat Smartphone

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menebak-nebak lagi untuk melihat tagihan listrik setiap bulan. Sebab, histori penggunaan dan pembelian token kini bisa dipantau langsung lewat aplikasi PLN Mobile.

Bahkan, bagi pelanggan pascabayar, Anda bisa mengontrol tagihan bulanan secara mandiri lewat fitur Swacam atau Swadaya Catat Angka Meter. Caranya sangat praktis dan bisa dilakukan sendiri di rumah.

Anda tinggal membuka menu Swacam di aplikasi PLN Mobile, lalu pilih ID Pelanggan Anda. Langkah terakhir, cukup foto angka stand meter yang tertera pada kWh meter rumah kemudian kirimkan lewat aplikasi.

Selanjutnya, sistem akan langsung mengirim hasil penghitungan tagihan yang terukur. Fitur ini membuat proses pencatatan menjadi sangat transparan dan sesuai dengan pemakaian riil di rumah Anda.

“Melalui pemahaman yang baik terhadap pola konsumsi, pelanggan bisa memanfaatkan energi listrik secara lebih efisien, nyaman, dan sesuai kebutuhan,” tutup Gregorius.***


Penulis : Abdul Halikurrahman
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar